MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Sajak Tak Berarti untuk Ibu Pertiwi

Di kala petinggi negeri telah memperkaya diri

Rakyat merintih karena tersakiti

Di kala tikus berdasi tengah bermimpi

Rakyat tengah terancam mati

karena panasnya merapi

 

Saat para petinggi negeri berfoya-foya

Rakyat tengah berduka akibat bencana

Mungkinkah mereka merasakannya?

 

Kini awan duka tengah menyelimuti

Ibu pertiwi...

Apakah ini sanksi?

 

Ibu pertiwi tengah berduka

akibat banyaknya bencana

mungkinkah ini pertanda

bahwa alam tengah murka

akibat ulah manusia...

 

Di kala petang membayang

sang surya pun telah terbenam

ada sosok yang penuh ketenangan

tengah merasakan keadaan

menghadapi bencana yang mengancam

tanpa disangka...

nyawa pun melayang...

 

Wahai Penguasa alam...

mungkinkah ini peringatan atau cobaan?

mungkinkah ini suatu bentuk kasih sayang ataukah ujian?

Baca selanjutnya...

Sajak-Sajak Cinta

Good Bye

Sekarang tiada lagi tangisan

kerinduan untukmu....

Senyum yang penuh cinta dan

harapan untukmu telah sirna....

 

Sekarang hatiku telah terbuka

sekarang aku bisa berfikir secara rasional

sekarang aku baru menyadari

 

Apa yang kulakukan selama ini

hanyalah menyia-nyiakan waktu saja

dan kini aku baru sadar....

ternyata cinta saja tidak cukup

 

Aku berterima kasih atas semua

aku bisa merasakan cinta yang

begitu hebat walau hanya mimpi

 

Ternyata kau hanyalah

bagian dari sinetron masa laluku

kau memang pemeran utamanya

dalam sinetron masa laluku

tapi hanya mimpi

 

Ternyata semua itu hanya skenario dari Tuhan

kamu adalah pemeran utama dalam sebuah kisah cintaku

yang hanya mimpi belaka dan tak akan pernah menjadi kenyataan

 

Untitled

Di setiap malam

Aku hanya ditemani oleh angin malam

dan senantiasa membelengguku

dengan liarnya membelai rambutku

dan dengan sengaja menyelimutiku dengan

kedinginan yang begitu hebatnya

aku hanya bisa pasrah dan mulai menikmati yang ada

 

Tiada malam

kulalui tanpa bayangmu

wahai pujaanku,

penyemangat dalam jiwaku

 

Walau setiap malam ku hanya berteman dengan sepi

yang selalu menyelimuti dengan paksa

dan memelukku dengan paksa

aku ingin berontak

 

Ingin, ingin sekali, tapi

aku tak bisa melenyapkan

menghilangkan, menjauhkan serta membebaskan diri

dari kesepian yang membelengguku

 

Satu pinta dalam hatiku

hanya ingin terbebas

dari kesepian

yang tengah membelengguku

tiada detik tanpa pemikiranmu

wahai pujaan hatiku

 

Salahkah aku yang selalu mencintaimu?

Salahkah aku?

mungkin ini memang jalan yang harus

kutempuh dalam hidupku

 

Aku hanya bisa mengagumi,

tapi aku tak tau, apa aku juga dicintai?

 

Kadang rindu yang kurasakan

begitu besar

bahkan lebih besar dari

segala sesuatu yang ada di dunia ini

 

Saatku merasakan itu semua

aku hanya bisa menangis, tertawa

kadang termenung kemudian

menangis lagi

 

Banyak orang yang melihatku

dan mengatakan, "kamu itu

tidak waras"

aku hanya bisa tersenyum

 

Bahkan aku juga tidak pernah peduli

dengan apa yang mereka katakan padaku

karena inilah yang

aku rasakan saat ini

 

Karena

aku tahu semua yang kulakukan

walaupun hanya sebatas mimpi

karena aku tahu

ku mungkin tidak dapat memiliki

aku menunggumu

sampai pada suatu

titik kehampaan...

Baca selanjutnya...

Kamus Hidup Zaenab

Bias jingga sang mentari mewarnai langit, memberi kesejukan bagi siapa saja yang manghirupnya. Pagi itu, Zaenab gadis dewasa berumur 21 tahun tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dua minggu lalu, Zaenab yang sekolah di SMA Pratiwi telah selesai mengikuti Ujian Nasional (UN). Namun karena kemampuan yang terbatas. Keberuntungan belum berpihak pada Zaenab.

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed