MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Time is Money


Banyak orang berkata "times is money" (waktu adalah uang), karena waktu adalah suatu hal yang sangat berharga dan mahal. Dalam kehidupan, waktu datang hanya sekali, tidak mungkin waktu dapat terulang kembali. Maka dari itu, kita harus menggunakan waktu yang ada untuk hal-hal yang berguna agar hidup ini jadi berarti. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu dan keseampatan yang ada, karena kesempatan belum tentu datang dua kali.

Di negara-negara maju misalnya di Amerika, jika ada waktu luang sedikitpun penduduk disana pasti menggunakannya untuk menambah wawasan seperti membaca. Banyak orang kaya disana yang membentuk sebuah perkumpulan, kemudian mendirikan suatu lembaga pendidikan yang menampung anak-anak miskin untuk belajar. Jadi di sana terjadi pemerataan pendidikan.

Namun, semua yang terjadi di Amerika berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Di negara kita ini, jika ada waktu luang pasti digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Misalnya, membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat (ngerumpi) atau hanya sekedar jalan-jalan untuk menghabiskan uang. Seharusnya waktu luang yang kita miliki digunakan untuk menambah wawasan dan digunakan untuk membantu sesama manusia, agar hidup ini jadi lebih berarti.

Marilah kita buat hidup ini jadi berarti bagi hidup kita sendiri dan untuk orang lain.
"HIDUP SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI"

Baca selanjutnya...

DARI HATI


Kebanyakan manusia di bumi ini selalu tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan saat ini. Kita pasti ingin yang lebih..lebih..dan lebih, karena kita tidak mau melihat bagaimana kehidupan orang-orang yang dibawah. Banyak sekali orang yang mempunyai kehidupan jauh dibawah standar tapi mereka tetap semangat dalam menjalani hidup dan tetap bersyukur sudah diberi nikmat yang paling berharga, yaitu nikmat hidup di dunia.


Seharusnya kita mencontoh dan belajar bagaimana cara mereka dalam menyikapi hidup. Mereka tetap merasa tenang dan kecukupan karena selalu bersyukur dengan apa yang mereka punya.  Tapi diera globalisasi seperti saat ini, mana ada orang yang mau mencontoh seperti itu???? Kita lebih senang mencari sesuatu hal yang bisa membuat hidup jadi terasa lebih mewah.


Dengan niat dari hati yang terdalam, alangkah baiknya jika sesama manusia mau saling peduli dan membantu satu sama lain. Dengan seperti itu hidup akan terasa lebih damai dan bisa mempererat tali persaudaraan. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang dan selalu melihat ke bawah agar merasa cukup. Sesekali kita boleh melihat ke atas tapi hanya sekedar sebagai motivator, jangan sampai kita terobsesi untuk memiliki kehidupan seperti itu.
“kebahagiaan datang tidak dari banyaknya harta yang kita miliki, tapi kebahagiaan terdapat pada ketenangan hati, jiwa dan pikiran”.

Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat.
Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.

Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati.

Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.

Baca selanjutnya...

Cita-cita dalam Sebuah Kahidupan


Di dunia ini manusia hidup saling berdampingan, saling tolong-menolong, saling membantu untuk mencapai cita-cita mereka. Tidak ada manusia yang hidup di dunia ini sendirian tanpa membutuhkan bantuan orang lain, karena manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tidak akan bisa meraih cita-citanya tanpa bantuan orang lain. Cita-cita setiap  manusia tentu berbeda-beda dan harus dimiliki oleh setiap manusia. Karena dengan cita-cita tersebut maka dapat mengambil beberapa hikmah, diantaranya:
1. Mereka dapat menjalani hidupnya dengan baik, karena sebelum melakukan sesuatu mereka telah merencanakannya terlebih dahulu. Berbeda dengan orang-orang yang tidak memiliki tujuan hidup, mereka menjalani hidupnya bagaikan air yang mengalir tanpa arah yang jelas, mereka hanya mengikuti alur yang telah ada.
2. Mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk meraih cita-citanya, sehingga tidak ada waktu luang baginya.
3. Memiliki pendirian yang kuat, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain.

Selain beberapa hikmah di atas, masih banyak lagi hikmah yang akan didapat seseorang apabila apa yang akan dilakukannya telah direncanakan terlebih dahulu.

Semoga penjelasan di atas dapat menjadi penyemangat bagi kita semua dalam menggapai cita-cita dan semoga sukses.

Baca selanjutnya...

Arti Kehidupan


Arti hidup dalam pandangan Islam adalah hidup dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan di dunia sampai di akhirat yang penuh arti dan bermanfaat bagi lingkungan hidup. Hidup seseorang dalam syari'at Islam diatur dengan seberapa besar seseorang itu menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai manusia yang diciptakan Allah, SWT.

Jika seseorang mendengar ada orang meninggal dunia dalam usia yang masih relatif muda, maka reaksi seseorang itu yang pertama kali muncul "sayang, umurnya pendek sekali untuk hidup". Disini seseorang itu memandang bahwa nilai kehidupan ditentukan hanya umur saja, tetapi pada dasarnya nilai kehidupan itu ditentukan oleh amal sholeh/perbuatan baik yang dilakukan orang tersebut.

Manusia sebagai makhluk sosial dianjurkan untuk saling tolong-menolong dan saling menasihati agar tercipta kehidupan yang damai di dunia. Allah, SWT. menyuruh ummatnya untuk menjalankan kehidupan dengan baik dan benar. Dan sebagai makhluk yang berakal hendaklah manusia itu dapat mengambil pelajaran tentang arti kehidupan.

Kalau kita mengisi kehidupan dengan mengeluh, hanya pasrah dan tidak mau berusaha tentu kita menjalani kehidupan yang sangat membosankan, terasa terbeban dan tidak dapat menahan diri kita pada hal-hal yang negatif.

Sebaliknya jika kita mampu mengisi kehidupan dengan hal-hal yang baik sebenarnya kehidupan ini indah dan menyenangkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Mengisi hidup dengan semangat penuh harapan dan cita-cita serta bergaul dengan harmonis maka yang dapat kita jumpai adalah kehidupan yang aman dan sejahtera.

Oleh karena itu, kita hendaknya mengaktualisasikan diri sendiri dalam segenap amal shaleh dalam kehidupan ini.

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed