MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Cahaya Seribu Bulan

Kita sebagai umat muslim pasti sudah sering mendengar kata seribu bulan, dan apakah arti seribu bulan itu?

"Seribu bulan adalah sebuah nama malam dari bulan suci Ramadan", malam seribu bulan dikenal dengan nama Lailatul Qadar, dan di dalam lailatul qadar terdapat banyak sekali hikmah. Namun, banyak diantara kita yang tidak mengetahui hikmah yang terdapat di dalam lailatul qadar.

Apabila kita mengetahui hikmah yang terdapat di dalam lailatul qadar pasti kita akan berlomba-lomba untuk mencari lailatul qadar agar kita bisa mendapatkannya.

Diantara hikmah lailatul qadar yaitu, mendapat kemuliaan dari Allah, mendapat pahala yang lebih besar daripada ibadah yang kita lakukan selama seribu bulan, karena lailatul qadar lebih mulia dari malam seribu bulan. Karena di saat lailatul qadar itu cahaya surga turun ke bumi dan menyinari hati hamba-hamba Allah yang taqwa kepada-Nya. Meskipun begitu, tidak mudah untuk dapat meraih lailatul qadar dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Memerlukan hati yang bersih dan keindahan dari Allah untuk bisa mendapatkan lailatul qadar.

Jika kita ditanya ingin mendapatkan lailatul qadar apa tidak? pasti jawabannya ingin. Tapi kita tidak mau berusaha untuk mendapatkannya, karena cuma memahami hikmah lailatul qadar dari cerita-cerita saja, tidak memahaminya dengan hati yang ikhlas dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Di dalam Al Qur'an sudah dijelaskan tentang berbagai hikmah lailatul qadar, tinggal kita mau mempelajarinya atau tidak. Maka dari itu marilah kita mulai mempelajari dan memaknai hikmah lailatul qadar dengan baik. Karena hikmah lailatul qadar dapat menjadi pelajaran hidup bagi kita semua baik sekarang maupun di pintu gerbang masa depan.

Baca selanjutnya...

Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

Berawal dari kata mulia, yang kemudian menjadi suatu kemuliaan. Kata mulia berarti ada yang dimuliakan dan ada pula yang memuliakan. Orang yang memuliakan pasti dia akan dimuliakan. Agar kita menjadi mulia yaitu dengan cara memuliakan. Karena sesungguhnya manusia itu pada dasarnya telah diberikan kemuliaan oleh Allah SWT.

Untuk menghapus anggapan seperti itu kita memperoleh kesempatan memperbaiki sikap dan amal perbuatan. Khususnya di bulan suci Ramadan, dengan semangat yang tinggi menjemput atau memuliakan  kedatangan lailatul qadar agar kita mendapat kemuliaan.

Dikatakan malam lailatul qadar karena malam itu lebih baik daripada 1000 bulan. Artinya siapa orang yang beribadah pada malam itu, khususnya malam terakhir malam-malam yang ganjil di bulan ramadhan. Dengan memperbanyak amal ibadah seperti i'tikaf di dalam masjid, membaca Al Qur'an, berdzikir, qiyamul lail (sholat malam), dan lain-lain. Maka akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT sebagaimana telah menjalankan Ibadah selama 83 tahun lebih.

Lailatul qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Dalam Al-Qur'an  digambarkan selain sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan, pada bulan Ramadan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an , tepatnya pada tanggal 17 Ramadan.

Keistimewaan malam ini dapat diketahui pada surat Al-Qadr (surat ke-97) dalam Al Qur'an. Dijelaskan bahwa lailatul qadar merupakan malam penetapan dan pengaturan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Malam tersebut adalah malam kemuliaan tiada bandingannya, karena terpilih sebagai malam turunnya Al Qur'an. Disamping itu, malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi.

Pada malam itu Allah mengutus para malaikat termasuk malaikat Jibril  turun ke bumi untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar. sama seperti kematian, lailatul qadar juga dirahasiakan kehadirannya oleh Alah. Supaya manusia menggunakan seluruh waktunya untuk selalu beribadah dan mengingat Allah.

Lailatul qadar mempunyai keistimewaan tersendiri yang tidak dapat kita ketahui kecuali selepas malam itu berlalu. Salah satu keistimewaan itu adalah matahari tidak bersinar terang seperti biasa pada hari sesudah lailatul qadar. Setiap individu muslim sangatlah dituntut untuk mencari dan mendapatkan kelebihan malam lailatul qadar ini. Sehingga menjadi rebutan dan amalan para orang-orang saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca selanjutnya...

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Sebagai umat Islam hendaknya meningkatkan kualitas ibadah kita karena Allah telah menjadikan pahala yang berlipat-lipat dan juga malam lailatul qadar.

Apa sih malam lailatul qadar itu? pastinya kita pernah mendengar tentang lailatul qadar, namun kita belum tahu dan mengerti tentang malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar merupakan malam istimewa yang terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dikatakan istimewa karena pahala yang kita dapat dari malam lailatul qadar itu sebanding dengan beribadah selama 1000 bulan, namun sampai sekarang belum diketahui waktu dan kapan malam lailatul qadar tersebut, karena itu termasuk rahasia Allah. Sehingga ketika sudah sampai atau menginjak bulan Ramadan kaum muslim berlomba-lomba untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya dan melakukan amal saleh yang diridhai Allah.

Dapat dikatakan bulan Ramadan merupakan bulan ampunan bagi kaum muslim. Karena amal saleh yang kita kerjakan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah. Dengan adanya bulan Ramadan manusia terutama kaum muslimin dapat mengubah ataupun menyucikan diri dan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga Allah memberikan imbalan atau hadiah bagi kaum muslim  yang bersungguh-sungguh ingin menjadi hamba yang terbaik dengan diberikan malam lailatul qadar tersebut.

Dari Aisyah, ra. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar, sholat dua rakaat dan minta ampunan kepada Allah SWT pasti Allah mengampuninya. Ia sama dengan terjun ke rahmat Allah serta malaikat Jibril mengusap-usapkan sayapnya, dimana siapa saja yang diusap sayap malaikat Jibril tentu masuk surga. Selain itu diriwayatkan melalui Ibnu Abbas, ra. bahwa pernah dituangkan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai orang pria dari Bani Israil yang berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan. Rosulullah SAW kagum mendengarnya dan ia berharap bisa terjadi pada umatnya lalu beliau bersabda: " Ya Tuhan, Engkau telah menjadikan umatku yang sedikit ini dan yang paling pendek umurnya serta paling sedikit amalnya...." maka Allah memberikan malam lailatul qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan untuk umatnya di hari kiamat, seperti lamanya pria bani Israil yang berjuang di jalan Allah.

Begitu pentingnya lailatul qadar itu sehingga banyak orang yang menginginkan untuk mendapatkan. Tetapi perlu perjuangan yang lebih, yakni dengan beribadah secara istiqamah dan ditingkatkan seperti sholat tarawih, tadarus al-Qur’an, sholat malam maupun ibadah-ibadah lainnya.

Baca selanjutnya...

Kilau Ramadhan


sekuntum bulan dinanti
menyebarkan wangi suci
yang setia menyejukkan hati
untuk mendekatkan pada Sang Ilahi Robbi

dahulu lalai dalam setiap sholat
tapi sekarang bahkan melengkapi dengan sholat sunnah
kemarin tak memperdulikan adzan subuh
tapi hari ini bagun sahur dengan penuh semangat

setiap hari menghiasi diri dengan tasbih
mendendangkan dengan lantunan ayat-ayat suci
dan menahan diri dari nafsu birahi
hingga menyayangi anak yatim dengan penuh kasih

ramadhan oh ramadhan bulan penuh ampunan
seluruh kaum muslimin begitu menantikan
semesta ria hujan rahmat dan segala kebaikan
juga nuzunul Qur'an dan malam seribu bulan

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed