MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

2012, Indikasi Penolakan Muslim di AS Masih Kuat

Muslim ASREPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Sepanjang tahun 2011, komunitas Muslim  masih mendapati protes anti-masjid, anti-hukum syariah dan segenap hal negatif lainnya. Tahun 2012, indikasi penolakan masyarakat AS terhadap komunitas Muslim tetap ada, jauh dari padam. Demikian diungkapkan Direktur Pendidikan Kebebasan Beragama, Newsmuseum, Charles C Haynes.

Menurut Haynes, kendati sebagian warga AS menganggap tidak semua Muslim berbahaya tapi anggapan Islam identik dengan kekerasan tetap ada. "Banyak hasil studi yang menyatakan penolakan terhadap Islam, tidak peduli beberapa banyak komunitas dan lembaga Muslim yang membantu AS dalam perang melawan ekstrimisme, jutaan umat Islam telah menjalani praktek keimanan mereka dengan bebas dan damai selama beberapa generasi tanpa perlu adanya perubahan konsititusi," papar dia seperti dikuti tennesse.com, Rabu (4/12).

Fakta itu, kata Charles, menunjukan sikap selip yang menjelek-jelekan Islam dan Muslim di AS. Tahun 2011 lalu, masyarakat AS yang peduli terhadap kebebasan beragama mulai mendorong kembali pelaksanaan kebebasan beragama. "Saya bisa katakan disini, Kristen, Yahudi, Muslim dan umat agama lainnya telah memboikot Lowe, di kota-kota besar AS," ungkapnya.

Terkait masalah ekstrimisme, papar Charles, masyarakat AS tidak punya alasan untuk khawatir soal itu. Sebab, komunitas Muslim sendiri aktif dalam daya dan upaya untuk melawan ekstrimisme. Komunitas Muslim juga aktif dalam penegakan hukum terhadap ektrimis.

Menurut Charles, hal serupa juga berlaku untuk hukum syariah. Ia mengatakan Undang-undang larangan pelaksanaan hukum syariah tidak perlu disahkan. Demikian pula dengan larangan pembangunan mesjid. "Tahun lalu, kita merasa takut dan benci. Tahun ini, mari kita buat usaha menegakan kebebasan beragama," pungkasnya.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/04/lxa1p9-2012-indikasi-penolakan-muslim-di-as-masih-kuat

Baca selanjutnya...

Masjid Digusur, Muslim Hui Shalat di Atas Puing Bangunan

NINGZIA - Jin Haitao harus menerima kenyataan bahwa masjid tempatnya beribadah harus digusur secara paksa oleh polisi Cina, 30 Desember lalu. Sekarang, ia dan kelompok masyarakat etnis Hui, yang mayoritas beragama Islam, harus beribadah di atas puing-puing bangunan karena lantai masjid penuh dengan darah seusai bentrok.

Jin Haitao juga harus kehilangan warga desa di kawasan Ningzia tersebut. “Warga desa kami menjadi korban, termasuk dua perempuan tua, dua orang dari tetangga desa dan seorang pemuda. “Kami hanya ingin menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut, tetapi penguasa setempat tidak mengizinkannya,”ujar Jin Haitao.

Jin Haitao juga melanjutkan. Warga desanya juga menerima keluhan dari desa tetangga bahwa sambungan telepon terputus di Desa Taoshan sehingga tidak bisa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. “Lebih dari 100 orang dinyatakan hilang.

Banyak warga yang terluka akibat kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Polisi juga menggunakan meriam air untuk menghadang para warga,” ujarnya

Bukan hanya Jin Haitao yang mengalami kesedihan mendalam, salah seorang warga Taosan yang tidak disebut namanya harus kehilangan kerabatnya sebanyak lima orang, termasuk salah seorang saudaranya diyakini tewas. “Saya sengaja menghindari bentrokan tersebut, tapi ternyata bentrokan menelan korban,” katanya.

Tiga kilometer dari bangunan masjid, seorang pemilik usaha kecil di Tongxin, mengatakn saat ini perkampungannya dikepung polisi. "Ini konyol, saya seorang muslim dan muslim membutuhkan masjid. Mereka hanyalah orang biasa yang datang bersama-sama untuk tujuan keagamaan, bukan untuk menggulingkan pemerintahan Partai Komunis," ujarnya menyesalkan mengapa peristiwa tersebut terjadi.

Sebelumnya, ratusan umat muslim di selatan Cina bentrok dengan polisi demi mempertahankan masjid yang digusur. Akibat penggusuran tersebut, menurut laporan media Hong Kong dan warga setempat, Selasa (3/1), sejumlah orang tewas.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/03/lx854e-masjid-digusur-muslim-hui-shalat-di-atas-puing-bangunan

Baca selanjutnya...

Organisasi Islam Kecam Serangan Bom Gereja Nigeria

Bom menggunang Gereja Katolik Theresia di Mandalla, Nigeria, pada Ahad 25 Desember 2011REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA - Organisasi Islam dunia mengutuk serangan bom di tiga gereja Nigeria selama pelaksanaan misa Natal pada beberapa hari lalu. Mereka mengatakan para penyerang gereja itu tidak mewakili Islam.

''Kami mengutuk serangan tersebut. Aksi serangan di gereja-gereja Nigeria itu sama sekali tidak bisa dimaafkan,'' tulis Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dalam pernyataannya yang dikutip OnIslam.net.

CAIR juga turut berduka cita atas jatuhnya korban tewas akibat aksi serangan tersebut. Mereka yakin para penyerang gereja itu tidak akan pernah mampu memecah belah masyarakat dengan menggunakan sentimen agama.

Suara kecaman juga dilontarkan oleh Imam Syed Soharwardy. Pendiri Dewan Tertinggi Islam Kanada ini menilai aksi penyerangan gereja sebagai tindak kejahatan. "Ini merupakan kejahatan yang sangat menyedihkan. Itu bukan Islam. Ini merupakan tindakan tidak Islami,'' kata Imam Soharwardy.

Pada 24 Desember lalu, kondisi Nigeria tegang setelah aksi serangan bom menerpa sejumlah gereja yang sedang menggelar misa. Aksi bom bunuh diri tersebut sedikitnya menewaskan 30 orang. Sebuah kelompok Islam radikal, Boko Haram, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/02/lx5gw0-organisasi-islam-kecam-serangan-bom-gereja-nigeria

Baca selanjutnya...

Styleislam Redam Stereotip dengan Produk Bernafaskan Islam

Produk Styleislam.comREPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Stereotip negatif tentang Islam dapat diredam dengan memperkenalkan Islam secara luas. Hal itulah yang melatarbelakangi berdirinya Styleislam.com, toko ritel online.

Laman ini punya cara unik dalam memperkenalkan Islam. Mereka menjual pernak-pernik bernuansa Islam. Tak heran, laman yang berdiri tahun 2008 ini, selain sukses mengenalkan Islam, secara bisnis juga menjadi laman retail tersukses.

General Manajer Styleislam.com, Muhammad Khojah, menjelaskan pendiri Styleislam.com, Melih Kesmen, sempat gundah dengan stereotip negatif tentang Islam. Apalagi saat itu, tepatnya selepas tragedi 9/11, pandangan dunia terhadap Islam cenderung negatif. Tingkat prasangka buruk kian parah dengan kemunculan insiden kartun Nabi yang dipublikasikan surat kabar Denmark.

"Kesmen berpikir sudah saatnya untuk menunjukkan Islam dalam cahaya yang berbeda dan positif. Ia menyadari kurangnya informasi tentang Islam dan Muslim," papar dia seperti dikutip Arabnews.com, Kamis (29/12).

Kesmen, ungkap Khojah, selanjutnya memutuskan untuk menjual T-shirt bertuliskan "I Love My Nabi". T-shirt ini lalu mendapat respon positif bahkan menjadi item penjualan terbaik. "Seni dan fesyen merupakan sarana strategis untuk menjembatani perbedaan agama dan etnis. Hal inilah yang menjadikan momentum bagi kami untuk lebih banyak menjual produk bernafaskan Islam," ungkapnya.

Khojah mengatakan ketika konsumen mengenakan produk yang dijual Styleislam.com, ia akan menjadi seorang juru dakwah. Sebab, bagi non-Muslim yang melihatnya tentu akan merespon dalam bentuk percakapan. Dari percakapan inilah, suasana cair akan membentuk sebuah dialog tentang Islam. "Karenanya, kami berencana untuk membuat pameran seni jalanan kontemporer di Eropa," kata dia.

Meskipun mayoritas kosumen Styleislam.com merupakan Muslim, namun sekitar seperempat konsumen adalah non-Muslim. Hal ini disebabkan produk-produk Styleislam.com, menggunakan slogan universal seperti "Terorisme tidak memiliki agama","Terus Tersenyum Itu Sunnah" dan "Hijab, hak asasi saya, pilihan saya dan hidup saya".

Selain memproduksi T-shirt, Styleislam.com, juga menyiapkan busana Muslim bagi perempuan. "Peningkatan jumlah perempuan yang mengenakan jilbab perlu difasilitasi dengan gaya busana yang modis. Pandangan gaya berbusana Muslim yang kaku perlu diimbangi dengan menyiapkan pilihan busana Muslim penuh gaya. Itulah kuncinya," papar Khojah.

Saat ini, Styleislam.com telah mengembangkan sayap di negara-negara Arab seperti Arab Saudi (Jeddah, Madinah dan Riyadh), Maroko, Mesir, Tunisia dan Yordania. Ke depan, cabang di Istanbul segera dibuka. Sasaran berikutnya adalah Asia. Selamat tinggal, stereotip!

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/12/29/lwyub6-styleislam-redam-stereotip-dengan-produk-bernafaskan-islam

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed