MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Perang Iman 2012

Sekarang ini kita telah berada di tahun 2012. Tahun yang sempat membuat gempar seluruh umat manusia. Sebab, diramalkan pada tahun ini akan menjadi momen berakhirnya dunia yaitu kiamat. Ramalan ini berasal dari peramal masyhur kelahiran Perancis (abad 16) yaitu Nostradamus yang menulis buku ramalan yang paling dicari yang berjudul "The Prophecies". Dikatakan pada bulan Desember tahun 2012, bumi akan ditabrak oleh komet besar. Dia juga sudah meramalkan berbagai kejadian-kejadian besar di dunia.

Semua itu hanya ramalan seorang manusia. Kita tidak boleh mempercayainya, karena kiamat hanyalah Allah SWT. yang mengetahui tak ada seorangpun yang tahu kapan kiamat akan tiba. Bahkan Nabi Muhammad sebagai manusia termulia di dunia ini juga tidak mengetahuinya. Ramalan manusia hanyalah omongan dusta dari setan yang dibumbui sepersen kejujuran, itupun kalau ada. Mempercayainya tidak akan membawa manfaat selain mudharat berupa kekhawatiran. Kita hanya kecewa tatkala ramalan tersebut melesat dan hanya murka Allah yang kita dapat karena meyakini ramalan dapat merusak tauhid. Dalam menapaki tahun 2012 ini kita tidak perlu dihantui ketakutan tibanya hari kiamat. Namun, kita juga tidak mengingkari bahwa kiamat semakin dekat. Entah kapan hanya Allah yang tahu dan itu menjadi rahasia-Nya.

Tanda-tandanya juga semakin terlihat. Dan sebenarnya yang harus kita waspadai adalah tanda-tanda kiamat ini. Sebagaimana yang harus kita waspadai adalah tanda-tanda kiamat ini. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al Qur'an tanda-tanda kiamat sughra (kecil) diantaranya ialah banyak terjadinya bencana alam, semakin sedikit kaum manusia yang berminat untuk  menuntut ilmu tentang agama, jumlah kaum perempuan lebih banyak dari kaum laki-laki, banyak laki-laki yang menyerupai perempuan ataupun perempuan menyerupai laki-laki, banyak suami-suami takut istri. Dari tanda-tanda kiamat sughro di atas, nampaknya sudah banyak terjadi dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu, kita harus mewaspadainya terus-menerus kepada Allah. Dan diantara tanda-tanda kiamat kubro (besar) ialah matahari muncul dari barat, munculnya Dabbah, sudah tidak ada adzan. Naudzubillah .

Semoga hari kiamat itu masih lama lagi, karena pasti semua orang tidak ada yang menanti datangnya.

Setelah mengetahui, menyadari, dan mewaspadai. Selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak amalan di waktu-waktu yang masih longgar. Sebelum godaan semakin gencar, sebelum pengusaha lain semakin mempersempit jalan, dan sebelum faham-faham sesat semakin banyak tersebar dan merusak nalar.

Baca selanjutnya...

Pertanian dan Cuaca Ekstrim


Akhir-akhir ini kita merasakan adanya perubahan iklim yang sangat hebat pada bumi kita. Di negara kita saja sudah sangat terasa dengan adanya perubahan suhu udara, perubahan suhu laut, perubahan musim, perubahan curah hujan, dan masih banyak lagi yang lainnya termasuk adanya cuaca ekstrim yang sedang melanda negara kita saat ini, semua ini akibat adanya perubahan iklim.

Perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada alam saja tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, dan yang paling merasakan dampaknya adalah para petani. Bagaimana tidak cuaca yang terjadi saat ini menjadikan banyak petani yang mengalami kerugian, tanaman nereka terendam air dan terancam gagal panen.
Jika ini terus berlangsung maka akan berdampak pula pada aspek yang lain, termasuk aspek ekonomi. Jika para petani gagal panen maka harga bahan pokok naik, dan akan memicu kenaikan harga bahan yang lain.

Belajar dari pengalaman, jika kita lihat data  sepanjang bulan Desember 2010  salah stu pemicu kenaikan harga pangan adalah beras, dari data tersebut diketahui kenaikan harga pangan hingga 2,81 % (data dari vivanews). Selain harga pangan, beras juga memicu naiknya tarif listrik, harga emas, jasa perpanjangan STNK, rokok kretek, dan lain-lain.

Dan semua itu kenaikan harga berawaldari perubahan iklim yang sangat ekstrim dan pertanian.

Baca selanjutnya...

Memanfaatkan SDA


Begitu luas dan kompleksnya nikmat Allah yang dikaruniakan kepada manusia, terlebih lagi Indonesia yang terkenal dengan kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Indonesia yang terkenal dengan tanahnya yang subur serta Allah yang menurunkan hujan dari langit sesuai dengan keperluannya, penduduk Indonesia menjadikan sektor pertanian yang termasuk salah satu mata pencaharian mereka.

Teknologi pertanian pada zaman sekarang ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan kita harus mempelajari dan memahami teknologi tersebut agar tidak terjadi kelaparan di negara kita ini.

Meskipun negara kita sering dilanda kemarau yang panjang hingga menyebabkan kekeringan, janganlah Anda takut kelaparan akibat tidak bisa mendapatkan bahan makanan dari hasil pertanian kita. Sebab Allah akan menurunkan air dari langit untuk menghidupkan negeri yang yang mati (tandus). Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 11 yang artinya "dan yang menurunkan dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu kami hidupkan negeri yang mati (tandus)........"

Jadi apapun keadaan tanah yang ada di negara kita, perlu  kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan serta kemakmuran bangsa Indonesia.

Dan semoga saja kita semua menjadi generasi penerus bangsa yang peduli terhadap keadaan alam sekitar.

Baca selanjutnya...

Menghapus Petani dalam Negeri (Desa Troso)


Desa Troso merupakan sentra tenun ikat kota Jepara. Yang mayoritasnya adalah seorang pekerja kerajinan tenun untuk menggebrak dunia fashion kain diarus globalisasi ini. Pada tahun 2009-2010 dikejutkan dengan maraknya kain sutra, diikuti dengan kain SBY, Obama, wayang, dan lain-lain. Desa troso memiliki sumber kehiidupan lain yaitu dunia pertanian. untuk itu mari kita mempelajari kehidupan seorang petani dalam desa Troso. Kehidupan petani desa Troso 25% dari penduduk industri tenun ini. Luas persawahan yang meliputi desa Troso, Ngeling, Sowan Lor, Sowan Kidul, Karangaji, Kaliombo, Mbaran, Karangrandu, dan Pecangaan. Seorang petani yang bernama Pak Dol tak lain adalah sekian dari penduduk desa Troso yang hidup sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Setiap datangnya musim bertani kehidupannya selalu berhubungan dengan sawah. Sebelum terbitnya matahari sudah pergi ke sawah membawa cangkul di pundak untuk bercocok tanam. Hujan panas tak menghalangi Bapak dari 2 anak ini, dengan kesungguhannya menyebar benih padi.

Ada beberapa tahap dalam bertani, diantaranya:
1.    Memyemai benih padi yang akan ditanam.
2.    Menanam bibit yang sudah disemai.
3.    Panen.

Demikian ke-3 tahap dalam bertani. "Jangka waktu dari menyemai benih hingga panen kira-kira 3 bulan dibantu dangan pupuk" tegas Pak Dol. Disini peran pupuk sangat penting untuk hasil pertanian, tetapi petani desa Troso mengeluhkan jika seandainya obat-obatan pertanian dan pupuk dinaikkan harganya. Para petani kecewa karena biayanya tetrlalu mahal. Biaya yang dikeluarkan petani tidak tanggung-tanggung hingga mencapai 1 juta lebih dalam setiap musim bertani. Untuk biaya sewa alat pembajak sawah(traktor), membeli benih padi, menyewa pompa air, membayar pekerja penanam padi, dan proses lain sebagainya.
Rata -rata para petani desa Troso hasil panen digunakan sendiri untuk kebutuhan pangan. Terkadang jika sedang tidak memiliki uang, sebagian hasil panen ada juga yang dijual. Maka betapa gulitnya kkehidupan petani desa Troso. Beruntunglah anda jikalau diantara anda memiliki keluarga petani. Karena bertani butuh perjuangan yang kuat demi mewujudkan kemakmuran ekonomi keluarga.

Bagi Pak Dol permasalahan yang dihadapi adalah hama padi, antaralain ulat, belalang, dan wereng. Selain itu pada musim kemarau permasalahannya adalah kekeringan atau kekurangan air, sehingga mau tidak mau harus menyewa pompa air yang terbilang mahal untuk mengairi sawah. Selain itu, dengan memakai sistim "buka tutup" irigasi air sungai. Namun cara ini tidak mudah terkadang menimbulkan percecokan antara petani yang sama-sama ingin mengairi sawah-sawah mereka. Itu semua kehidupan seorang petani dalam keseharian. Jika hasil panen bagus para petani sangat bersyukur, mengapa tidak? Jerih payahnya yang begitu besar digunakan untuk bertani.

Sekarang petani desa Troso bisa tersenyum, karena para petani mendapatkan bantuan dari pemerintah yang sudah ada. Misalnya tahun kemarin para petani membentuk kelompok tani kemudian setiap kelompok mendafatarkan kelompoknya kepada pemerintah. Sehingga setiap kelompok mendapatkan dari pemerintah berupa pupuk urea dengan harga lebih murah 50% dari harga pasaran. Serta pemerintah pada bulan ini membentuk program tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara para petani yang ikut kelompok tani diberikan titipan berupa sepasang kambing. Berupa kambing jantan dan betina yang harus dirawat para petani. Selanjutnya apabila kambing tersebut sudah menghasilkan seekor anak,  maka anak kambing berhak dimiliki para petani dan induk kambing dikembalikan ke pemerintah.

Hal ini ditujukan agar petani apabila tidak ada pekerjaan di sawah bisa diselingi dengan merawat kambing itu.
Semoga para petani Indonesia bisa hidup makmur untuk memajukan negara tercinta ini yang mayoritas berkehidupan bertani.

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed