MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Le Pen Desak Prancis Larang Burka dan Kippah

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Tokoh sayap kanan Prancis, Marine Le Pen mendesak pemerintah untuk melarang penggunaan cadar dan kippah, topi khas Yahudi di ruang publik. Desakan itu diutarakannya dalam wawancara bersama harian 'Le Monde', Jumat (21/9).

"Sudah jelas, jika jilbab dan burka dilarang, maka kippah juga dilarang," papar dia seperti dikutip Radio Netherland Worldwide. Dalam wawancara itu, Le Pen juga mendesak pemerintah melarang adzan, makanan halal dan pembiayaan asing atas masjid di Prancis.

Merespon desakan itu, Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan kebijakan yang membuat masyarakat menangis merupakan hal yang tidak pantas. "Kita harus menerapkan aturan, yang kita kenal sebagai aturan Republik Prancis dan sekularisme," kata dia.

Situasi Prancis tengah memanas ketika Charlie Hebdo, media kontroversial berencana memuat kembali karikatur Nabi Muhammad SAW. Guna mengamankan situasi, pemerintah Prancis telah melarang aksi unjuk rasa di sekitar masjid.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/09/21/map81q-le-pen-desak-prancis-larang-burka-dan-kippah

Baca selanjutnya...

Alhamdulillah, SMA Katolik di Kanada Bangun Mushala

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO—SMA Katolik Mother Theresa, Ontario, menyulap ruangan yang tidak terpakai guna menjadi mushala. Ide ini berawal sejak akhir tahun lalu, setelah siswa Muslim melobi pihak sekolah dan pemerintah.

Kepala sekolah SMA Katolik Mother Theresa, Ana Paula Fernandes mengatakan pihak sekolah ingin memastikan semua siswa merasa diterima. “Mereka bagian dari kami,” papar dia seperti dikutip stcatharinesstandard.ca, Selasa(18/9).

Ruangan itu terletak di lantai dua, berjarak beberapa meter dari kapel sekolah. Saat ini,  proses pengerjaan hampir selesai. Lantai ruangan telah diberi karpet.

Pada sudut ruangan dipasangi pengeras suara. Puluhan sajadah telah disiapkan.“Akhir September ruangan ini sudah bisa digunakan,” kata dia.

Siswa kelas 12, Amir Farhi, 17 tahun, mengatakan sebelum ruangan ini dikerjakan siswa Muslim selalu kesulitan melaksanakan shalat.

“Kami selalu berpindah-pindah. Yang membuat kami sedih, waktu shalat Jumat telah tiba tapi kami belum menemukan ruangan kosong,” papar dia.

Menurut Farhi, tidak ada maksud apapun dibalik permintaan mereka soal ruangan khusus. Para siswa Muslim justru menginginkan siswa lain dapat berkunjung untuk berdialog tentang Islam.

“Kami bagian dari komunitas sekolah ini. Kami ingin mengenalkan Islam kepada yang lain,” kata dia. Tak hanya ruangan, pihak sekolah juga berencana mendatangkan imam lokal guna menangani penggunaan ruangan itu sekaligus memberikan bimbingan agama kepada para pelajar.


Baca selanjutnya...

Mudahnya Menjadi Muslim di Georgia

REPUBLIKA.CO.ID, Semuanya berubah di Georgia. Negara yang dulu sempat sengsara di bawah kekuasaan Soviet, kini merasakan kebebasannya. Termasuk kebebasan dalam beragama.

Tak bisa dibendung, Islam berkembang cukup pesat di wilayah ini dalam satu dekade terakhir. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya perempuan di negara tersebut yang menggunakan jilbab dan niqab.

“Sekarang kita bisa melihat perempuan yang menggunakan hijab dan bergabung dengan perempuan yang menggunakan pakaian dengan gaya barat. Mereka tidak dibeda-bedakan dan bisa hidup bersama,” ujar seorang pengusaha lokal, Ibrahim Mohammadove kepada OnIslam.net.

Tak hanya itu, muslim di Georgia pun kini bisa dengan mudah mendapatkan pendidikan agama Islam. Ibrahim menyatakan, kini Alquran yang telah diterjemahkan ke bahasa Turki dan Rusia sangat mudah didapatkan di kota-kota besar, misalnya di Tbilisi. Selain itu, semakin banyak pengajian dan forum pembelajaran Islam dan Alquran yang dilakukan di tempat tersebut.

Mencari makanan halal pun kini tidak jadi masalah di Tbilisi. Padahal kota ini sangat terkenal dengan anggur olahannya yang beragam. Daging halal juga dengan mudah dijumpai di banyak pusat perbelanjaan besar di kota itu. Produk halal yang dijual di sana memiliki label yang mudah dikenali yang dilisensi oleh pemerintah Arab ataupun Persia.

Beberapa ratus muslim Georgia berangkat haji ke Makkah setiap tahunnya. Aktivitas ini bisa saja meningkat bila tidak ada kendala finansial yang dihadapi oleh sejumlah Muslim di Georgia. Selain itu, menurut Thamais, seorang muslim Georgia yang mengunjungi tanah suci pada 2009, masih banyak muslim Georgia yang belum paham betul kewajiban berhaji.

“Jangan bandingkan kami dengan muslim yang hidup di negara muslim. Kami saat ini baru dalam tahap pengenalan akan Islam,” ujarnya. Dia menambahkan, muslim di Georgia harus melewati jalan yang panjang untuk meruntuhkan dinding anti-agama yang dibangun oleh Soviet. Hingga kini tidak ada lagi pelarangan bagi para muslim untuk mengunjungi masjid dan mempelajari Alquran.


Baca selanjutnya...

Dua Masjid di Virginia Diserang Aksi Vandalisme

REPUBLIKA.CO.ID, DALLAS CHURCH--Dua masjid di Virginia diserang beberapa hari terakhir hingga mengalami kerusakan. Perusakan itu ditengarai berkaitan dengan kemarahan umat Islam atasf ilm yang melecehkan Nabi Muhammad, Innocence of Muslims.

The Washington Post melaporkan, sekitar 30 mobil yang diparkir dijalan-jalan di sekitar Masjid Dar al-Hijrah di Falls Church mengalami kerusakan setelah kaca bagian depan dan belakangnya dihantam oleh orang tak dikenal.

Para jamaah masjid menemukan sisa vandalisme tersebut usai shalat Subuh berjamaah. Tidak ada slogan tertulis yang tersisa, namun para pejabat masjid sempat mengira vandalisme itu ditujukan pada mereka .Sore harinya, seorang juru bicara kepolisian Fairfax County mengatakan insiden tersebut merupakan "tindakan vandalisme acak " yang tersebar di area yang luas.

Ia menegaskan, masjid sama sekali tidak menjadi target pastiaksi vandalisme tersebut. Sehari sebelumnya, jamaah Islamic Center Shenandoah Valley diHarrisonburg yang hadir untuk melaksanakan shalat Jumat menemukan grafiti dibangunan masjid mereka, Washington Post melaporkan,

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) yang berbasisdi Washington kini tengah mengupayakan penyelidikan FBI terhadap kedua serangan tersebut. Sejak masjid pertama dibuka di Harrisonburg-Virginia, 14 tahun lalu, para imigran dari Pakistan, Irak, dan negara-negara lain yang menjadikan masjid itu tempat ibadah mereka dan di sana merasa disambut baik.

Mereka berpartisipasi dalam berbagai program dan kegiatan lokal, serta memiliki hubungan dekat dengan gereja-gereja lokaldan kerap menerima kunjungan non-Muslim pada waktu shalat Jumat. Karena iti  jamaah mengaku terkejut ketika menemukan grafiti bermuatan penghinaan tertulis di dinding masjid mereka Jumat kemarin.

Muatan grafiti itutermasuk penghinaan cabul dan rasial terhadap orang-orang Irak serta peringatan berbunyi "Ini adalah Amerika" yang diikuti cercaan lain. Beberapa pihak berspekulasi aksi vandalisme dan pelecehan dipicu kekerasan anti-Amerika yang melanda Timur Tengah akibat film yangmelecehkan Nabi Muhammad itu.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/09/17/mahufp-dua-masjid-di-virginia-diserang-aksi-vandalisme

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed