MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Pemimpin-32

Air menjadi es adalah ide Tuhan. Pohon dan buah juga keputusan Tuhan. Tapi Es Buah adalah bikinan manusia.

Kiblat itu ketentuan Allah, tapi Ibrahim yang bangun Ka’bah. Aurat itu pagar perintah Allah, tapi yang bikin pakaian adalah manusia.

Alam, bumi, gunung, gravitasi, daun, angin, manusia, daging, kelamin, relativitas, pluralitas, tanah air, isi tambang, hutan rimba — itu semua irodah wa syariah Allah.

Demokrasi, Negara, NKRI, Indonesia, PDIP, Gerindra, Pemilu, Pilpres, Sunni, Syi’ah, NU, MUI, Muhammadiyah, Geng Motor, Klub Mancing — itu karangan manusia.

Yang Syariah Allah, kupatuhi tanpa reserve.

Yang reka-reka manusia, asal tidak mengganggu hidupku dan lingkup Cinta Segitigaku: kuhamparkan tasammuh, toleransi, dan kebijaksanaan sebisa-bisa.

https://www.caknun.com/2019/pemimpin-32/

 

Baca selanjutnya...

Pemimpin-31

Aku menyetujui sejumlah muatan Demokrasi, meskipun banyak tidak setuju penempatan dan ilmu terapannya.

Demokrasi itu hasil pemikiran manusia, makhluk yang sama dengan aku. Manusia itu lemah. Tidak mampu menciptakan dirinya sendiri. Apalagi bikin ruh-nya serta alam semesta. Maka demokrasi pasti juga lebih lemah dari manusia yang membikinnya.

Tidak berani sepenuhnya aku percaya dan bersandar kepada manusia, apalagi kepada sekadar karyanya. Sebagaimana aku tidak sepenuhnya bisa bersandar pada diriku sendiri. Aku ini sehat, tapi tak bisa menjamin akan tidak sakit. Kapan mati, itu juga bukan kedaulatanku.

Kalau sekadar Demokrasi, setiap manusia juga punya peluang, sumber dan aset untuk menyusun bangunan konsep semacam Demokrasi. Sebab akan ada hari di mana ummat manusia bosan, muak dan tak percaya lagi kepada Demokrasi.

https://www.caknun.com/2019/pemimpin-31/

 

Baca selanjutnya...

Pemimpin-30

Ada sejumlah lembaga sejarah yang merupakan mesin perusak Negara, penghancur nilai Pancasila dan Agama, pemecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Bahkan pembusuk nilai, peremuk logika, penyempit kemanusiaan, dan pemutus tali-temali sosial dan rohani. Di antara semua itu, ada dua lembaga yang paling dahsyat daya perusakan dan penghancurannya.

Pertama, mereka yang dibiayai rakyat untuk memilih calon Pemimpin, sehingga rakyat sendiri tidak punya hak pilih otentik dan langsung. Kedua, mereka yang mencari laba dari mendustakan calon pemimpin: me-make-up wajah yang satu dan mencoreng-moreng lainnya. Tergantung yang mana yang memberi laba lebih banyak.

https://www.caknun.com/2019/pemimpin-30/

 

Baca selanjutnya...

Upacara Pengibaran Bendera – Andika Wisnu Saputra, S.Pd. : Belajar dari Filosofi Tumbuh Kembangnya Pohon Jati

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara menyelenggarakan Upacara pengibaran bendera Merah Putih pagi ini, Sabtu (12/1/2019). Upacara ini adalah kali pertama dilaksanakan setelah masuk semester genap tahun pelajaran 2018-2019.

Petugas upacara adalah perwakilan dari siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso. Dikomandani oleh Ikrar Fitra Anggito Sunarto dan sebagai pengibar bendera adalah Khurin Aini, Puput Mazia Rosyada, dan Riska Safitri. Semuanya berjalan dengan baik dari awal dimulainya upacara hingga selesai.

Andika Wisnu Saputra, S.Pd., salah satu guru mata pelajaran Fisika di MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara kali ini berkesempatan menjadi Pembina Upacara. Dalam amanatnya beliau bercerita tentang penemuan fosil kapal Nabi Nuh yang ditemukan oleh peneliti di salah satu puncak gunung Negara Turki. Dari penelitian itu ternyata bahan pembuatan kapal yang diduga adalah peninggal Nabi Nuh tersebut terbuat dari bahan kayu jati, yang struktur kandungannya sama dengan kayu jati yang ada di daerah jawa timur.

Kayu jati memang terkenal dengan kualitasnya. Selaras dengan itu harganya juga lebih mahal jika dibandingkan dengan kayu-kayu yang lain. Hal tersebut karena struktur kandungan kayu jati yang padat dan tahan dengan binatang-binatang pemangsa kayu, seperti rayap, dll.

Kenapa kayu jati sangat baik kualitasnya ? Ternyata berdasarkan penelitian adalah dari perilaku pohon jati ketika masih hidup. Pohon jati dapat menyesuaikan diri di musim apapun. Bahkan ketika musim kemarau panjang, pohon jati dapat menggugurkan hampir seluruh daunnya. Pohon jati dapat berpuasa, atau istilah jawanya adalah “topo” untuk keberlangsungan hidupnya. Maka tidak heran jika kayu jati dapat bertahan sangat lama dan menjadi sangat besar.

Dari perilaku pohon jati tersebut, tentu dapat diambil manfaatnya untuk kehidupan manusia. Jika pohon jati dapat menahan diri untuk keberlangsungan hidupnya untuk menjadi kayu dengan kualitas yang baik. Maka seorang siswa harus dapat menahan diri agar nantinya menjadi manusia-manusia yang unggul, berkualitas, dan punya nilai lebih. Tentu saja dengan mematuhi semua peraturan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh madrasah.

“Kalau dalam ilmu Fisika Hukum Gerak Newton memiliki rumus F aksi = - F reaksi. Maka ini sangat jelas apapun yang kita perbuat pasti akan kembali pada kita”, pungkasnya. (syah)

Baca selanjutnya...
Berlangganan RSS feed