MA Matholi'ul Huda Troso

Visi Madrasah :
“Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi”

(0291)7510202

ma_mhtroso@yahoo.co.id

Peringati HAB Ke-77 Kementerian Agama, MTs. – MA – Ponpes Matholi’ul Huda Troso Gelar Doa Bersama

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan doa bersama untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-77 pagi ini, Selasa (3/1/2023). Sesuai dengan tema yang diusung oleh Kemenag RI Hari Amal Bhakti Kemenag 2023 adalah “Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat”.

Lihat galeri/foto kegiatannya – klik disini

Doa bersama ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru bertempat di Lantai 1 Gedung Serba Guna. Intan Afriza Attatin Maliha (XII IPA-2) dan Ni’matul Hamidah (XII IPA-2) bertindak sebagai Pembawa Acara membuka acara ini pada pukul 08.00 WIB. Serangkaian acara digelar mulai dari Mauidzah Hasanah, Istighatsah, Tahlil, Al Barzanji, dan Doa.

Drs. H. Nur Kholis Syam’un, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso berkesempatan menyampaikan mauidzah hasanahnya. Beliau menyampaikan banyak hal, baik terkait dengan HAB Kemenag maupun sikap yang harus dimiliki oleh siswa-siswi Matholi’ul Huda Troso.

“Hari Amal Bakti (HAB) adalah miladnya, hari ulang tahunnya, hari lahirnya Kementerian Agama atau dulu Namanya Departemen Agama”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

“Kementerian Agama di Indonesia berbeda dengan yang ada di negara-negara lain. Di Indonesia Kemenag adalah lembaga yang mengurus pendidikan agama formal, mulai dari PAUD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), sampai dengan Perguruan Tinggi seperti STAIN, IAIN, UIN”, imbuhnya.

Selain itu beliau juga menyampaikan arti dari nama madrasah “Matholi’ul Huda”. “Matholi’ul” yang berarti tempat terbit, dan “Huda” adalah petunjuk. Itu berarti Matholi’ul Huda adalah “tempat terbitnya petunjuk”. Ini adalah sebuah amanat besar yang harus menjadi tujuan utama dari seluruh siswa-siswi. Seluruh siswa harus bisa menjadi anak yang sholeh, yang baik. Tidak cukup baik untuk dirinya sendiri tetapi memiliki kewajiban mengajakan kebaikan kepada yang lain. Maka madrasah menegaskan bahwa bagi siswa yang melanggar, seperti potongan rambut yang neko-neko, anak putri memakai make up yang berlebihan, pacaran, sering tidak berangkat (A), dll. Maka orang tua akan dipanggil, diperingatkan, kalau tidak mau berubah akan dikeluarkan. Karena sejatinya pendidikan adalah mendidik siswa-siswi yang mau dididik, yang patuh dengan guru, dan taat aturan madrasah.

Terakhir, sebelum salam beliau mengajak doa bersama untuk madrasah semoga semua agendanya dapat berjalan dengan baik. Berdoa untuk orang tua, semoga rizkinya melimpah dan dapat digunakan untuk kebaikan. Berdoa untuk seluruh siswa, semoga menjadi anak-anak yang sholih-sholihah.

Setelah mauidzah hasanah, acara dilanjutkan dengan Istighatsah yang dipimpin oleh Ibu Ning Purwanti, S.Ag., Tahlil dipimpin oleh Ibu Imro’atul Latifah, S.Pd., Pembacaan Al Barzanji oleh Tim Rebana MTs dan MA MH Troso, dan Doa dipimpin oleh Ibu Ainun Nadhifah, S.Pd.Si. (Syah)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »