MA Matholi'ul Huda Troso

Visi Madrasah :
“Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi”

(0291)7510202

ma_mhtroso@yahoo.co.id

Perkenalan dan Pembinaan Pengawas Baru, MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara Oleh Mustain, S.Ag., M.Pd.I. dan Drs. M. Asyhari, S.H., M.S.I.

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Perkenalan dan Pembinaan Pengawas Baru, Ahad siang ini (8/1/2022). Beliau adalah Mustain, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Pengawas Madrasah Aliyah dan Drs. M. Asyhari, S.H., M.S.I. sebagai Pengawas Madrasah Tsanawiyah.

Lihat galeri/foto kegiatannya – klik di sini

Acara Perkenalan dan Pembinaan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB di Lantai 1 Gedung Serbaguna dengan diikuti oleh seluruh Dewan Guru baik MTs maupun MA. Waka. Kesiswaan, Karwadi, S.Ag. memandu jalannya acara ini sebagai pembawa acara. Sedangkan Drs. H. Nur Kholis Syam’un, selaku Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso juga turut menyambut kedatangan para pengawas baru ini. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa mengimplementasikan kurikulum baru (kurikulum merdeka) itu penting, namun lebih penting lagi kedisiplinan dan keikhlasan guru dalam mengajar.

“Guru jangan sampai A ketika ada jadwal mengajar, boleh izin tetapi harus tukar dengan guru yang lain, atau memberi tugas kepada kelas yang ditinggal”, ungkapnya.

Kedatangan kedua pengawas madrasah tersebut tidak hanya perkenalan diri saja, namun juga memberikan pembinaan dengan Materi Supervisi Pembelajaran dan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Drs. M. Asyhari, S.H., M.S.I. setelah memperkenalkan diri, beliau berpesan agar seorang guru di madrasah harus qona’ah. Karena menurutnya guru di madrasah berbeda dengan guru di sekolah umum. Jika guru di SMP atau SMA hanya mendapat Surat Keputusan (SK) dari Dinas Pendidikan, tetapi guru di madrasah mendapat 2 SK, yaitu SK dari Yayasan dan SK dari Allah SWT. Maka guru di madrasah harus sabar dan ikhlas. Guru madrasah juga berperan sebagai ujung tombak penyelamat Agama Islam di Indonesia.

“Yang bisa menyelamatkan Islam di Indonesia, satu adalah, masjid, kedua adalah pondok pesantren, dan yang terakhir adalah madrasah”, imbuhnya.

Kemudian sesi memperkenalkan diri dilanjutkan oleh Mustain, S.Ag. M.Pd.I. sebagai Pengawas Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara. Beliau juga materi secara detail terkait dengan Supervisi Pembelajaran, Implementasi Kurikulum Merdeka, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil PelajaRahmatan Lil Alamin (P5 PPRA) pada Madrasah, dan Penilaian Kurikulum Merdeka.

Beliau menyampaikan teknis-teknis dengan rinci penyusunan instrumen pembelajaran dari Kurikulum Merdeka, mencontohkan penyusunan proyek P5 PPRA, dan juga mencontohkan penilaian dari Kurikulum Merdeka dengan lengkap. (Syah)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »