Masuk

Tahun Ajaran Baru 2018-2019, Civitas Akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Gelar Sholat Dzuha, Sujud Syukur Berjamaah, dan Halal bi Halal

Troso, MAMHTROSO.com - Civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara menggelar sujud syukur berjamaah, Selasa pagi kemarin (18/7/2018). Acara itu digelar setiap awal tahun pelajaran sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Acara itu juga menandai dimulainya tahun ajaran baru 2018-2019.

Lihat galeri kegiatannya - klik tautan berikut.

Acara sujud syukur ini diikuti oleh setidaknya 1.200 orang siswa dan guru di halaman Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah sesepuh dan pengurus YPI Matholi’ul Huda Troso.

Rangkaian acara sujud syukur sendiri dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh jamaah terlihat memadati halaman madrasah. Beberapa jamaah juga tampak membuat saf di teras-teras kelas. Seluruh jamaah laki-laki tampak berpakaian rapi dan bersarung, sementara jamaah perempuan yang berbaris di saf belakang terlihat memakai mukena.

Kegiatan kali ini diawali dengan sholat Dhuha berjamaah sebanyak 4 rakaat. Bertidak sebagai imam sholat adalah Waka Humas MA Matholi’ul Huda Troso, H. Mustofa Kamal. Seusai sholat, acara dilanjutkan dengan sujud syukur berjamaah dengan imam yang sama. Sebelum dua acara dimulai, beliau sempat menjelaskan tata cara pelaksanaan sholat Dhuha dan sujud syukur yang benar.

Seusai sujud syukur, barokah doa dipimpin oleh KH. Ali Ahsan acara dilanjutkan dengan panyampaian sambutan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso oleh H. Sunarto. Beliau menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Karena setiap tahunnya seluruh siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso masih bisa melaksanakan tradisi baik yaitu sholat dzuha dan sujud syukur berjama’ah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peribadatan yang bertujuan untuk mempersiapkan hati dan pikiran para siswa untuk mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun. Dan siswa juga diajarkan apapun keadaan yang dihadapi harus pandai-pandai bersyukur.

H. Sunarto lebih lanjut mengungkapkan rasa syukurnya kepada para orang tua yang telah membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Karena yang membekali dan membentuk kepribadian anak pertama kali adalah dari orang tua. Beliau juga bersyukur kepada para guru yang terus dengan sabar dan ikhlas mendidik siswa-siswi. Karena hanya dengan dasar keikhlasanlah semua akan bergerak dengan indah. Dengan pandai bersyukur itulah yang membuat madrasah lebih maju.

Usai sambutan dari Ketua Yayasan, acara dilanjutkan dengan halal bi halal yang dilaksanakan secara berurutan dari siswa Kelas XII hingga Kelas VII. Seluruh siswa bersalam-salaman dengan sesepuh, jajaran pengurus yayasan, dan dewan guru. Sesama siswa juga bersalam-salaman hingga membentuk barisan mengular memenuhi halaman madrasah.

Dengan diadakannya kegiatan spiritual pada awal tahun pelajaran seperti ini tujuannya adalah mempersiapkan mental siswa dan para guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) selama satu tahun ke depan. (Syah)

  • 0
  • Baca: 37 kali

Mengejutkan, Kontingen MA Matholi’ul Huda Troso Peraih Tropi Terbanyak di Survival ke-XXVIII Tahun 2018 Namun Tidak Sebagai Juara Umum

Troso, MAMHTROSO.com – Mengirimkan 2 sangga sebagai Kontingen Survival ke-XXVIII tingkat Kwartir Cabang Jepara Tahun 2018, MA Matholi’ul Huda Troso mencoba untuk mempertahankan gelarnya sebagai juara bertahan. 2 sangga yang terdiri dari 8 siswa putra yang dipimpin oleh Gilang Agil Syafrizal (X MIA-2) dan 8 sangga putri yang dipimpin oleh Dewi Ayu Safitri (XI IPA-3) telah bergabung dengan sebanyak 620 Pramuka dari 13 Kwartir Rantin (Kwarran) di Kabupaten Jepara, mengikuti upacara pembukaan kegiatan di lapangan Kedung Sport Center Desa Budel, Kecamatan Kedung, Kamis (5/7/2018).

Lihat galeri kegiatannya - klik tautan berikut.

Jumlah seluruh peserta 620 pramuka dari 35 sekolah se-Kabupaten Jepara pada Survival ke-XXVIII Tahun 2018 ini bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan kegiatan Survival sebelum-sebelumnya. Menurut keterangan Mustaqim, purna Ketua Dewan Kerja Cabang Jepara peserta Survival di tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai hampir 1000 anggota pramuka se-Kabupaten Jepara. Bahkan pada tahun ini ada beberapa sekolah-sekolah yang biasanya menonjol di kegiatan pramuka, seperti MA Sultan Hadirin Mantingan, SMA-SMK Islam Jepara, SMK Pakis Aji, dll. kali ini tidak mengirimkan kontingen pada ajang Survival ke-XXVIII Tahun 2018 karena pertimbangan waktu pelaksanaan yang kurang tepat. Karena mendekati Bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Tahun Ajaran Baru.

Survival ke-XXVIII tingkat kwartir Cabang Jepara ini dilaksanakan selama 5 hari, dengan 2 hari pertama seluruh peserta harus berjalan sejauh 15 KM dari Desa Bugel menuju tempat perkemahan di Desa Karangrandu, Pecangaan, Jepara. Perjalanan yang berlangsung selama 2 hari ini disebut Survival Race yang di dalamnya terdapat 5 mata lomba mulai dari semboyan, menaksir, peta, pertolongan pertama, dan tehnik survival. Menurut keterangan salah satu Pembina, Danang Fardian, S.Pd.I. mengungkapkan bahwa pada Survival Race ini yang biasanya manjadi andalan dari kontingen MA Matholi’ul Huda Troso, namun kali ini banyak yang tidak maksimal, karena teknis lomba yang belum jelas.

MA Matholi’ul Huda Troso yang pada bulan Agustus mendatang mewakili kabupaten Jepara diajang Gladi Widya Cakra Adi Birawa se-Kwartir Daerah Jawa Tengah, untuk itu kali ini MA Matholi’ul Huda Troso menugaskan kontingen lapis kedua di Kegiatan Survival ke-XXVIII Tahun 2018. Mulai dari seleksi tim dan latihan pertama kali yang dilaksanakan pada awal Bulan Ramadhan, hingga waktu pelaksanaan yaitu pada tanggal 5 Juli 2018 kontingen MA Matholi’ul Huda Troso berlatih efektif kurang dari satu bulan. 16 siswa yang tergabung dalam kontingen Survival ke-XXVIII mulai berlatih dengan keras setelah libur hari raya setiap harinya dari pagi hingga sore. Bahkan lomba-lomba selain Teknik pramuka mereka juga berlatih di malam hari.

Hingga hari kelima, Senin (9/7/2018) upacara penutupan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. Pengumuman hasil lomba dibacakan setelahnya. Alih-alih ingin mempertahankan sebagai juara umum di Survival ke-XXVIII Tahun 2018, kontingen MA Matholi’ul Huda Troso malah tergelincir sampai di Tergiat 3 baik sangga putra maupun sangga putri. Meskipun begitu kontingen MA Matholi’ul Huda Troso masih membawa 10 tropi kejuaraan, ditambah dengan 2 tropi sangga tergiat. 10 tropi tersebut adalah juara 1 menaksir putri, juara 1 perpetaan putri, juara 3 pertolongan pertama putri, juara 1 tehnik survival putra, juara 3 senam kreasi, juara 1 lukis tong sampah putra, juara 2 lukis tong sampah putri, juara 2 teknologi tepat guna putri, juara 3 teknologi tepat guna putra, dan juara 1 K5 Perkemahan Putri.

Penentuan kejuaraan yang menggunakan sistem rekap nilai di Survival ke-XXVIII Tahun 2018 ini dirasa kurang begitu cocok mengingat bobot setiap lomba berbeda. Meskipun mendapat raihan tropi terbanyak kontingen MA Matholi’ul Huda Troso tidak menjadi juara umum, karena kalah di satu lomba yaitu Permainan Tradisional (balap ban) yang rentang nilainya sangat tinggi jika dibandingkan dengan lomba-lomba yang lain. Bahkan kontingen MA Matholi’ul Huda Troso dengan mengejutkan tergeser di posisi ketiga oleh SMAN 1 Welahan dan SMAN 1 Mayong karena mereka memenangi Lomba Permainan Tradisional.

Dengan hasil ini memang sempat membuat kecewa seluruh anggota kontigen MA Matholi’ul Huda Troso. Namun semuanya harus berbesar hati dan berlapang dada, terbukti usai pengumuman hasil kejuaraan kontingen MA Matholi’ul Huda Troso memberikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan memberikan ucapan selamat kepada SMAN 1 Tahunan sebagai juara umum dengan bersalam-salaman. (Syah)

  • 0
  • Baca: 54 kali

Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2018 MA MH Troso – Semoga Seluruh Siswa Menjadi Anak yang Alim dan Anfa’uhum Lin Nas

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun 2018 kemarin, Ahad (2/7/2018).

Acara ini setidaknya diikuti sebanyak 500 orang lebih, yang terdiri dari 221 siswa kelas XII beserta wali muridnya masing-masing, seluruh dewan guru dan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Acara terakhir untuk kelas XII ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan di Hall Muslimat NU Troso selatan.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan ini.

Dipandu oleh Kharirotus Su’adah acara perpisahan dan pelepasan ini diawali dengan bacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh H. Sobari dan barokah doa oleh K. Abdul Aziz wali murid dari Ihya’ Ulumuddin salah satu siswa kelas XII. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan siswa kelas XII Tahun 2017-2018 oleh Muthik Hanim Mufallahah.

Muthik menyampaikan bahwa selama belajar di MA Matholi’ul Huda Troso membuatnya sadar akan hakikat Pendidikan. Bahwa Pendidikan tidak cukup didapat hanya dari materi pelajaran di dalam kelas, akan tetapi Pendidikan yang lebih penting saat ini adalah Pendidikan Mental. Karena hanya dengan mental yang kuat manusia tidak akan kalah dan mudah menyerah dengan keadaan. Muthik juga memohon doa kepada para guru agar seluruh siswa yang lulus nanti selalu diberikan kemudahan pada setiap langkahnya, baik yang melanjutkan ke perkuliahan, yang langsung bekerja, bahkan mungkin juga yang sudah ada siap ke jenjang pernikahan. Sebelum salam Muthik menyanyikan sepotong lagu yang berjudul “Sampai Jumpa” sontak sebagian besar teman-temannya merasa haru dan tidak sedikit juga yang tidak tahan meneteskan air matanya.

Sambutan kedua dari Wali Murid yang diwakili oleh K. Abdul Aziz orang tua wali dari Muhammad Ihya’ Ulumudin. Beliau mewakili seluruh wali murid menyampaikan terima kasih kepada para guru yang sudah sabar membimbing anaknya. Ketika anaknya dihukum ngepel lantai karena terlambat niatkanlah ngepel itu untuk membersihkan kebodohan. Dan yang terpenting untuk membendung kenakalan remaja saat ini, mereka harus disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang baik. Salah satu contohnya dengan Panggung Gembira, selain mengolah kreativitas juga untuk mencegah anak agar punya kegiatan yang positif. “Dadio bocah sing sikile ngedak lemah, tapi yo duwe cita-cita sing duwur Nang”, pungkas beliau.   

Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua pergerakan di madrasah diawali dari bahasa hati, bukan bahasa logika. Kalau orang yang melihat pergerakan madrasah hanya dengan logika, maka munculnya hanya fitnah. Padahal tujuan utama madrasah mendidik siswa-siswinya agar menjadi anak-anak yang alim dan anfa’uhun lin nas (manusia yang bermanfaat). Makanya dengan banyak kegiatan anak dididik supaya lebih tanggap dan tidak egois. Ingin supaya anak-anaknya menjadi manusia yang mulia tidak hanya di keluarganya sendiri akan tetapi bagi orang lain di masyarakat. “Ojo mung nunut kamokten, tapi meluo gawe kamokten”, ungkapnya. Terakhir beliau mendoakan agar seluruh siswa menjadi orang yang kaya. Kaya zakatnya, kaya shodaqohnya, kaya amalnya, dll. “Atas nama lembaga kami mohon maaf jika ada kekeliruan dalam membimbing putra-putri bapak/ibu”, pungkas Kepala Madrasah.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Hua Troso, H. Sunarto dalam sambutannya menyampaikan pesannya kepada seluruh siswa agar setelah meninggalkan  madrasah tetaplah menjadi orang-orang yang jujur apapun profesinya nanti. “Jangan kecewakan orang tuamu, jangan kecewakan masyarakat, karena sikap baik kalian akan membesarkan madrasahmu”, ungkap beliau.

Setelah sambutan kemudian pembagian syahadah atau sertifikat kepada seluruh siswa. Ada sebanyak 8 syahadah yaitu lulus belajar keterampilan komputer, tata busana, tata boga, bahasa Inggris, bahasa Arab, syahadah kelas kajian kitab kuning bagi yang mengikuti, sertifikat ujian akhir madrasah sementara, SKHUN sementara, ditambah piagam osis dan pramuka bagi para pengurus.

Terakhir, setelah pembagian syahadah seluruh siswa bermushafahah atau bersalam-salaman dengan seluruh jajaran yayasan dan dewan guru. Acara berakhir pada pukul 10.30 WIB dengan foto-foto bersama. (Syah)

  • 0
  • Baca: 94 kali

Siswa Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso Incredible Generation Menampilkan 22 Mata Acara di Panggung Gembira Tahun 2018

Troso, MAMHTROSO.com – MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Panggung Gembira (PG) sebagai acara puncak akhir tahun pelajaran 2017-2018, Sabtu kemarin (30/6/2018). Acara ini berlangsung lebih dari 6 jam, yaitu mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.15 WIB. Bertempat di halaman madrasah dengan desain backdrop yang besar nan megah, acara ini menampilkan 22 mata acara yang seluruhnya diisi oleh siswa-siswi Kelas XII angkatan 2018 Incredible Generation. Hal ini bisa dikatakan sebagai persembahan terakhir dari siswa Kelas XII untuk madrasah sebelum mereka lulus untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan ini.

“Panggung Gembira (PG) ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap akhir tahun. Sejak pertama kali dilaksanakan yaitu pada tahun 2008, dulu masih sangat sederhana. Akan tetapi kita sangat bersyukur karena semakin tahun semakin berkembang”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso pada saat membuka acara PG Tahun 2018 pagi tadi.

Persiapan acara Panggung Gembira ini cukup panjang. Awal dibentuknya kepanitian pasca Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada akhir April 2018 sampai dilaksanakannya Panggung Gembira di akhir Juni 2018 cukup menguras tenaga dan pikiran. Meskipun sepertinya ada waktu persiapan dua bulan akan tetapi waktu efektif latihan hanya satu bulan, karena dibarengi dengan agenda-agenda madrasah yang lainnya, ditambah dengan bertepatan pada bulan puasa. Meskipun berat dalam mempersiapkannya di Panggung Gembira menjadi kenangan tersendiri untuk masing-masing siswa. Bahkan sering terjadi momen dimana setelah selesai acara panggung gembira suasana sedih, tangis, haru karena begitu banyak kenangan susah senang selama 3 tahun di madrasah, dan tidak lama lagi mereka akan berpisah. 

Panggung Gembira ini tidak sekedar acara hura-hura, namun salah satu proses pendidikan karakter siswa. Dalam proses latihannya siswa akan diajarkan management kelompok, kerjasama, kreatifitas, dan yang paling penting membuang sifat egois. “Banyak orang-orang pintar, banyak sarjana-sarjana, akan tetapi di masyarakat tidak berguna karena keegoisannya. Yang terpenting sekarang adalah jadilah manusia yang anfauhum lin nas berguna untuk masyarakat”, ungkap Kepala Madrasah.

Ada sebanyak 22 mata acara yang ditampilkan siswa Kelas XII angkatan 2018 Incredible Generation pada pagelaran PG MA MH Troso Tahun 2018. 22 mata acara tersebut mulai dari Band Pembuka, Rebana, Fashion Show, Pembukaan dari MC, Qiro’atul Qur’an, Sambutan Ketua Panitia, Grand Opening dari Kepala Madrasah, Ludruk Humor, Modern Dance, Tari Melayu, Drama Tragedi, Tari India, Drama Asmara, Tari Bali, Wayang Orang, Tari China, Dialog Massal, Drama Raja Sari Wangi, Tari Jawa, Drama Si Pitung, Tari Koplak, dan terakhir Drama Komedi. Berbeda konsep dengan tahun sebelumnya PG kali ini minim pembawa acara. Setiap tampilan dibuat berkesinambungan dengan backsound dengan durasi kurang lebih satu menit.

Pada pelaksanaan Panggung Gembira kali ini panitia juga menyediakan stand-stand untuk digunakan siswa kelas X dan XI berjualan makanan, minuman ringan. Beberapa siswa dari masing-masing kelas menjajakan makanan hasil olahannya kepada siswa yang memadati halaman madrasah, teras kelas mulai dari lantai satu hingga lantai tiga. Bahkan tidak sedikit juga para alumni yang datang ke madrasah untuk menonton panggung gembira dan ikut membeli makanan hasil olahan siswa. Dari kegiatan ini juga siswa MA Matholi’ul Huda Troso diajarkan berwirausaha. (Syah)

  • 0
  • Baca: 185 kali

OSIS dan Siswa Kelas XII Selenggarakan Buka Bersama di Kampus MA Matholi’ul Huda Troso

Troso, MAMHTROSO.com – Setelah pada pagi harinya menyaluran zakat fitrah, OSIS MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan buka bersama sore ini, Selasa (12/6/2018). Acara ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB di Aula Madrasah. Dibuka oleh Lutfiyah Zakiyatun Nisa’, dilanjutkan tahtimul qu’an yang dipimpin oleh Ismail, S.Pd. kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil dan doa bersama. Acara ini memang sudah menjadi agenda tahunan, sebagai bentuk apresiasi madrasah kepada panitia zakat fitrah.

Bersamaan dengan itu siswa Kelas XII yang masih aktif masuk sekolah untuk mempersiapkan panggung gembira juga mengadakan buka bersama di halaman madrasah. Dengan iuran hanya Rp 5.000,- Muthik Hanim Mufallahah, dkk. menyiapkan acara buka bersama. Acara ini adalah pertama kali dilaksanakan oleh angkatan 2018. Acaranya juga relatif sama dengan acara buka bersama OSIS. Dibuka oleh Arini Najikhatal Ulya, tahtimul qur’an dan barokah doa dipimpin oleh KH. Musthofa Kamal. Namun untuk acara acara buka bersama Kelas XII ini terdapat tampilan dari tim rebana siswa. Lutfianto Firmansyah, dkk. wembawakan beberapa sholawat seperti ya habibal qolbi, ya rahman, dll.

Setelah memasuki waktu berbuka seluruh siswa takjil terlebih dahulu, kemudian melaksanakan sholat magrib berjama’ah. H. Ahmad Harisul Haq, Lc. menjadi imam pada sholat berjama’ah ini. Baru setelah itu makan bersama. (Syah)

  • 0
  • Baca: 136 kali

Siswa MA Matholi’ul Huda Troso Distribusikan Zakat Fitrah Sebanyak 1.320 Bungkus Beras

Troso, MAMHTROSO.com – Panitia Penyaluran Zakat Fitrah dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Pecangan Jepara Periode 2018-2019 salurkan total 1.320 bungkus beras kepada mustahik pagi ini, Selasa (12/6/2018). Dari siswa Madrasah Aliyah dapat mengumpulkan 688 bungkus beras dan dari siswa Madrasah Tsanawiyah dapat mengumpulkan 632 bungkus beras. Penggalangan zakat fitrah ini hanya berjalan kurang lebih 1 minggu setelah siswa melakoni Penilaian Akhir Tahun (PAT) kemarin. Setiap pagi petugas dari OSIS masuk ke kelas-kelas untuk menerima zakat dari siswa.

Siswa dapat menyalurkan zakat fitrahnya dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kg atau uang sejumlah Rp 30.000,-. Dari uang tersebut akan dibelikan beras oleh panitia kemudian disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Sebelum proses pendistribusian zakat fitrah, Pihak panitia mendata orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dari lingkungan sekitar siswa, atau kepada ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat yang ada di beberapa desa. Setelah mendapatkan data tersebut maka pada saat hari pendistribusian masing-masing RT tersebut diberikan beras sejumlah yang ada di data. Meskipun memang sebagian besar disalurkan di Desa Troso tetapi beberapa desa di sekitar Desa Troso juga menjadi target sasaran penyaluran, seperti Desa Ngeling, Sowan Lor, Dongos, Pecangaan, Rengging, Karangrandu dan Lebuawu.

Setiap tahunnya penyaluran zakat fitrah ini memang selalu diprogramkan baik dari OSIS maupun dari madrasah. Seluruh siswa baik MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso dihimbau untuk menyalurkan zakat fitrahnya melalui amil zakat di madrasah. Bahkan Kepala Madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un mengambil kebijakan hari libur tergantung dengan pencapaian zakat fitrah siswa. Jika sudah dapat mencapai 85-90 % maksimal hari Senin kemarin, maka hari libur dapat dimulai pada H-3 dari hari raya.

Untuk siswa MA Matholi’ul Huda Troso acara pendistribusian zakat fitrah ini berlangsung mulai pagi hingga siang hari. Para siswa yang tergabung dalam panitia penyaluran zakat fitrah semuanya bergerak bersama-sama menyiapkan beras-beras dari pagi. Mulai dari mengambil beras dari agen-agen, kemudian dikemas dengan kantong plastik dengan logo hasil lomba desain logo Class Meeting kemarin, sampai kemudian dengan menggunakan motor berbondong-bondong mengangkat beras ke tempat penyaluran zakat fitrah. Namun untuk panitia zakat fitrah dari MTs. Matholi’ul Huda Troso baru selesai pada pukul 15.00 WIB karena terjadi keterlambatan pengiriman beras dari agen. (Syah)

  • 0
  • Baca: 93 kali

Lomba Dakwah dan Pop Religi sebagai Lomba Puncak di Class Meeting Semester Genap Tahun 2018

Troso, MAMHTROSO.com – Sebagai acara puncak Class Meeting Semester Genap Tahun Pelajaran 2017-2018 OSIS MA Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Lomba Dakwah dan Pop Religi pagi tadi, Senin (11/6/2018). Dimulai pada pukul 07.30 WIB Lomba Dakwah dan Pop Religi ini dibuka dengan tampilan 2 guru MA Matholi’ul Huda Troso yang membawakan lagu yang berbeda, mereka ada Nur Muzaroh dan Nui Takania. Dua guru yang sama-sama mengampu mata pelajaran bahasa inggris ini membawakan lagu yang berjudul Bidadari Surgaku dan Ya Maulana. Peserta lomba dari 12 kelas yaitu dari 6 kelas X dan 6 kelas XI, masing-masing kelas mengirimkan 2 siswa, 1 siswa untuk lomba dakwah, dan 1 siswa untuk lomba pop religi.

Lihat galeri kegiatannya - klik tautan ini.

Lomba Dakwah dan Pop Religi ini dilaksanakan dengan cara bergantian. Lomba Dakwah setiap peserta diberi waktu maksimal 5 menit untuk menyampaikan ceramahnya sesuai dengan tema yang ditentukan. Setiap peserta dakwah juga harus diiringi oleh teman satu kelasnya yang berperan sebagai jama’ahnya. Usai mendengarkan ceramah, giliran peserta lomba lagu pop religi untuk performance.

Pada lomba ini, Panitia Class Meeting bekerja sama dengan pihak madrasah untuk mengeset panggung sedemikian rupa. Sound sistem juga disiapkan untuk menunjang perlombaan pamungkas tersebut. MH Band yang bertugas mengiringi Lomba Pop Religi juga sudah berhari-hari mempersiapkan musiknya. Ada 6 judul lagu yang dilombakan secara acak, mulai dari lagu yang berjudul Selimut Putih yang dipopulerkan oleh Hijjaz, Bidadari Surgaku yang dipopulerkan oleh Ust. Jefri Bukhori, Sepanjang Hidup yang dipopulerkan oleh Maher Zain, Dahsyat, Life is too Short, dan Islam itu Indah. 6 lagu ini melibatkan 2 generasi MH Band, yaitu dari siswa Kelas XII yang dimotori Ramdan Kholid dan siswa kelas XI yang dimotori oleh Wahyu Aji Wijanarko. Seluruh peserta lomba lagu pop religi juga pada hari sebelum lomba diadakan latihan dengan band pengiring, agar nantinya ketika tampil pada saat lomba sudah sesuai dengan nada.

Dari total keseluruhan lomba ada sebanyak 10 jenis lomba yang dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut. Karena bersamaan dengan bulan puasa, dominan lomba yang diadakan untuk menguji kreatifitas dalam bidang literasi, seperti lomba cerita bergambar, reportase, poster, cerpen, dll. Namun pada hari terakhir pra libur hari raya idhul fitri 1439 H. ada dua lomba pamungkas yang dijadikan sebagai lomba puncak class meeting yaitu lomba Pop Religi dan dakwah. Sebagai acara puncaknya, siswa-siswi juga sangat antusian untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Class Meeting ini. (Syah)

  • 0
  • Baca: 124 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Jangan Khawatir Miskin Setelah Infaq, Karena itu Pengaruh Setan

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso yaitu sebanyak 1.300-an siswa dan lebih dari 45 guru berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi ini, Ahad (10/6/2018). Apel pagi ini biasanya dilaksanakan secara kondisional tergantung dengan dinamika madrasah.

Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso menyampaikan beberapa hal dalam apel pagi ini. Mulai dengan doktrin kehidupan yang sesuai dengan aqidah islam dan juga beberapa informasi penting yang berkaitan dengan agenda madrasah.

Yang pertama kali disampaikan oleh Kepala Madrasah adalah tentang budaya shodaqoh dan infaq. Kalkulasi dunia dengan kalkulasi akhirat jelas berbeda. Ketika seseorang memiliki uang Rp 1.000,- kemudian dibelikan jajan seharga Rp 500,-, maka dengan kalkulasi dunia uangnya pasti tinggal Rp 500,-. Akan tetapi berbeda dengan kalkulasi akhirat, uang Rp 1.000,- jika disumbangkan kepada orang yang membutuhkan Rp 500,- tidak lantas uangnya tinggal Rp 500,- saja. Namun, jika dia ikhlas dalam menyumbang, uang Rp 500,- yang disumbangkannya tadi bisa berlipat 700 kali dengan kalkukasi akhirat. Dan sebagai muslim harus beriman dengan kehidupan akhirat, dan harus meyakini bahwa menyumbang dengan ikhlas, nilainya akan dilipat-gandakan oleh Allah sebanyak 700 kali.

Namun budaya shodaqoh ini sangat sulit dipraktikkan karena godaan dari musuh manusia yang nyata yaitu Setan. Bahkan pendidikan di Indonesia ini termasuk gagal total karena tidak bisa mencetak gerasi-generasi yang mau berkorban, generasi yang tidak peduli dengan negara. Kebanyakan bersifat egois dan mencari keuntungan sendiri. Semua itu memang hasil dari upaya setan untuk mengganggu manusia agar tidak berbuat baik. Sebagaimana dalam surat Al Baqarah ayat 268 :  

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

Di MA dan MTs. Matholi’ul huda Troso sudah sejak lama terdapat gerakan infaq setiap seminggu 3 kali, gerakan seribu rupiah. Gerakan ini termasuk salah satu nafas madrasah, karena hasil dari gerakan infaq ini digunakan untuk pembangunan dan mengembangkan fasilitas-fasilitas pendidikan. Jika masih ada siswa yang lebih ikhlas uangnya untuk membeli jajan, membeli kuota data internet, dihambur-hamburkan untuk jalan-jalan tetapi tidak ikhlas dalam infaq ke madrasah, berarti dia seseorang yang masih bermental miskin, dia masih terlena dengan bujuk rayu setan dan khawatir dengan kemiskinan ketika menginfaqkan sebagian uangnya.

Kedua, Kepala Madrasah menyampaikan informasi libur hari raya tergantung dengan pencapaian zakat fitrah siswa. Jika penyaluran zakat fitrah siswa dapat mencapai 85-90 % pada hari ini atau maksimal besok pagi, maka libur hari raya dapat dimulai pada Hari Selasa, 12 Juni 2018 satu bulan lebih sampai pada Senin, 16 Juli 2018. Kemudian untuk siswa Madrasah Tsanawiyah besok hari Senin, 11 Juni 2018 akan diadakan penerimaan raport. Di waktu yang lain rencananya penerimaan raport siswa Madrasah Aliyah akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 30 Juni 2018 bersamaan dengan penyelenggaraan Panggung Gembira Kelas XII Tahun 2018.

Kepala madrasah juga memperingatkan kepada seluruh siswa agar menjaga perilaku dan menggunakan libur panjang dengan kegiatan yang baik. Beliau juga tidak akan segan-segan mengeluarkan siswa jika ada yang melakukan perbuatan-perbuatan amoral selama hari libur.

Etika berkunjung silaturrahmi ketika Hari Raya juga turut disampaikan. Pasalnya siswa baik putra dan putri harus berpakaian dengan sopan. Untuk putra memakai sarung, kemeja, dan peci. Untuk yang putri juga agar memakai rok panjang tidak memakai celana yang ketat. Berkunjung ke rumah guru-guru pada hari ke-2 hari raya pada pagi, sore, dan malam hari.

Terakhir Kepala Madrasah mengajak doa bersama semoga seluruh siswa menjadi orang-orang yang alim, orang-orang yang kaya zakatnya, kaya menolong, kaya infaq, kaya pengorbanannya. Dan untuk siswa kelas 9 MTs. Matholi’ul Huda Troso yang mau melanjutkan ke MA Matholi’ul Huda Troso berarti ikut membesarkan madrasah. Karena madrasah ini adalah proyek perjuangan umat. (Syah)

  • 0
  • Baca: 81 kali
Berlangganan RSS feed