Masuk

Setelah 6 Tahun Vakum, MA MH Troso Kembali Berjaya di Roscomp Ke-10 Tahun 2019 UPGRIS Semarang

Troso, MAMHTROSO.com – 12 siswa MA Matholi’ul Huda Troso berhasil meraih Juara Umum di 10th Rover Scout Competition (ROSCOMP Ke-10) yang diselenggarakan Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang kemarin, Ahad (17/11/2019).

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

10th Rover Scout Competition Lomba Pramuka Penegak Se-Jawa Tengah ini dilaksanakan di Kampus 4 Universitas PGRI Semarang, dengan diikuti oleh sedikitnya 32 sangga putri dan 26 sangga putra tingkat SMA, MA, SMK, dan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini memiliki agenda giat prestasi yang sangat padat. Mengingat setiap sangganya hanya terdiri dari 6 orang sementara ada sebanyak 10 lomba yang harus diikuti.

Di Hari pertama, sesi pagi ada 3 lomba yang selenggarakan yaitu Lomba Cerdas Tangkas Pramuka, Lomba Esai, dan Lomba Pertolongan Pertama. Pada sesi kedua waktu siang hari, Lomba Praktik Administrasi Satuan dan Lomba Scouting Skill yang terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu Lomba Isyarat dan Lomba Navigasi darat. Dilanjutkan sesi ketiga pada sore hari, Babak Final LCTP, Lomba Handy Craft, dan Lomba Melukis Tong Sampah. Pada Sesi malam setelah isyak langsung dimulai Lomba Tari Tradisional sampai tengah malam. Dan pada hari kedua tinggal menyisakan Lomba Kreasi Baris-berbaris.   

Kontingen MA Matholi’ul Huda Troso yang beranggotakan 12 siswa, sangga putra dipimpin oleh Wahyu Budi Santoso, beranggotakan 5 orang lainnya yaitu M. Syarif Hidayat, Gilang Agil Syafrizal, M. Ilham Syah, Dicky Candra Lesmana, dan M. Ilham Ainun Nijam. Sementara untuk sangga putri dipimpin oleh Fikri Aida Fitriyah beranggotakan Fatikha Amalia, Sely Dianawati, Linda Wahyu Laila Shofiana, Indah Wahyu Laili Shofiani, dan Aulia Fitriani.

Dari 10 lomba terbagi menjadi 7 lomba antar sangga dan 3 lomba antar kontingen. Dan pada ajang ini kontingen MA Matholi’ul Huda Troso berhasil membawa 16 piala. Yaitu Juara 1 Lomba Kreasi Baris-Berbaris, Juara 1 Lomba Pawarta Jawi, Juara 2 Lomba Tari Tradisional, Juara 1 Lomba Praktik Administrasi Satuan Putra, Juara 1 Lomba Handy Craft Putra, Juara 1 Lomba Melukis Tong Sampah, Juara 3 LCTP Putra, Juara 1 LCTP Putri, Juara 2 Handy Craft Putri, Juara 2 Lomba Melukis Tong Sampah, Juara 3 Pertolongan Pertama Putri, Juara 3 Scouting Skill Putri, Juara 1 Tergiat Putra, Juara 1 Tergiat Putri, Piala Gubernur Jawa Tengah, dan Piala Bergilir Roscomp Upgris Semarang.

Dalam sejarahnya, pencapaian ini adalah juara kelima kalinya di Roscomp yang berhasil diraih oleh gugus depan 09.115-09.116 Ambalan Setiabudi-Fatmawati MA Matholi’ul Huda Troso. Pertama kali mengikuti Roscomp ke-3 dan berhasil langsung menjadi juara. Begitupun Roscomp ke-4, ke-5, dan ke-6 berhasil bertahan menjadi juara umum empat kali berturut-turut. Namun pada Roscomp ke-7, ke-8, dan ke-9 MA Matholi’ul Huda Troso rehat dari ajang lomba pramuka penegak se-Jawa Tengah tersebut. Namun pada tahun 2019 ini kembali MA Matholi’ul Huda Troso mengikuti Roscomp Ke-10. Dan syukur alhamdulillah tetap bisa berjaya keluar sebagai Juara Umum 10th Rover Scout Competition.

“Abinaya Abirama Jaya – Gigih – Mantab”. (syah)

  • 0
  • Baca: 40 kali

Upacara Pengibaran Bendera - Dewi Setyana, S.Pd.I. : Berkata-katalah yang Baik, Atau Lebih Baik Diam

Troso, MAMHTROSO.com – Seperti biasa pada Sabtu pagi seluruh siswa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso mengikuti Upacara Pengibaran bendera Merah Putih kemarin, Sabtu (26/10/2019).

Upacara ini merupakan agenda rutin madrasah setiap awal pekan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut. Dari pantauan MAMHTROSO.COM, Petugas upacara pada pagi ini diemban oleh perwakilan siswa perkalian Kelas IX MTs. Matholi’ul Huda Troso. Dipimpin oleh Muhammad Fikri Haikal (9 A) beserta teman-temannya, pelaksanaan Upacara pengibaran bendera ini dapat berjalan dengan lancar.

Dewi Setyana, S.Pd.I. menjadi pembina upacara menyampaikan amanatnya tentang menjaga lisan. Diawali dengan banyak pepatah, lidah tidak bertulang, terpleset kaki lebih baik dari pada terpleset lisan, diam itu emas, mulutmu harimaumu, dll. semua pepatah tersebut mengarah pada satu organ manusia yaitu mulut. Karena meskipun hanya mulut, bentuknya kecil, tetapi dari organ satu ini memiliki efek yang luar biasa. Sering anak-anak masih berkata-kata kotor, bahkan sering dalam forum ghibah atau membicarakan kejelekan orang lain.

Dalam sebuah Hadits Nabi dijelaskan bahwa :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” HR. Bukhari.

Mulut adalah salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan. Karena tanpa organ tersebut manusia tidak bisa makan, minum, berbicara, dll. Maka sebagai manusia harus bersyukur masih diberikan anugrah mulut dengan cara menjaganya dengan baik. Tidak hanya makan dan minuman yang baik tetapi juga berucap yang baik.

Mulut sangat bermanfaat jika digunakan tepat pada waktu dan tempatnya. Kalau ada anak yang ketika dinasihati oleh gurunya kemudian menjawab dengan kata-kata acuhnya “loss”, hal ini tentu akan menyakiti hati.

Ingat bahwa dengan mulut dapat menyakiti hati orang lawan bicara. “Ketika kalian terluka bisa dilihat lukanya terbuka, terasa sakit 1 minggu 2 minggu, ketika sembuh akan hilang. Tetapi jika terluka hatinya karena mulut, bisa saja 1 tahun 2 tahun bahkan selamanya tidak akan hilang”, ungkap Dewi.  

Jangan sampai siswa-siswi menjadi penyebab sakit hati temannya, gurunya, orang tuanya karena disebabkan mulut. “Jangan sampai lisanmu menyakiti teman, gurumu, dan orang tuamu”, pungkasnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 70 kali

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso Tahun 2019 Berlangsung Meriah

Troso, MAMHTROSO.com – Tepat pada tanggal 22 Oktober MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ikut memperingati Hari Santri Nasional kemarin, Selasa (22/10/2019). Setelah mengadakan upacara pengibaran bendera, seluruh siswa bersama-sama menyaksikan 2 penampilan dari perwakilan siswa-siswi MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso yang dilaksanakan di lapangan utama.

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2019 ditugaskan kepada siswa-siswi Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso. Pada Upacara kali ini seluruh peserta dan petugas upacara mengenakan sarung dan memakai sandal. Selain itu juga ada petugas tambahan untuk membacakan ikrar santri yang di tugaskan kepada Fitri Aulia (XI MIA-1).

Noor Ubaidillah, S.Pd.I. selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso menyampaikan amanatnya bahwa ditetapkannya hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober oleh pemerintah memang sudah tepat. Mengingat bahwa perjuangan hebat para santri dalam revolusi jihadnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semua dari kita sejatinya adalah santri, karena seorang santri setidaknya memiliki 2 sifat yang penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, santri sebagai pelopor kebaikan. Hal tersebut tentu kita selalu tanamkan kepada siswa-siswi agar selalu memegang akidah islam agar selalu mengaktualisasikan perilaku-perilaku yang mulia. Kedua, sifat santri biasanya selalu memperbaiki diri dan patuh kepada guru, ustadz, atau kyainya.

Setelah upacara pengibaran bendera selesai, dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal keaneka-ragaman budaya dari siswa-siswi MTs. Matholi’ul Huda Troso. Mereka nemampilkan beberapa tari-tarian. Secara berurutan dan dipadukan mulai dari tari berdera, tari talam badantiang (Sumatera Barat), tari Ri Mamuna Kuri Pasai (Papua Barat), adegan pencak silat, dan ditutup dengan formasi 50 siswa dengan keaneka-ragaman budaya nusantara.

Pertunjukan kedua dari siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso, yang menampilkan drama dengan judul Man Jadda Wajada. Diadopsi dari novel karya A. Fuadi yang berjudul “Negeri 5 Menara”. Menceritakan 5 pemuda santri yang memiliki cita-cita yang tinggi. Tokoh utamanya yang bernama Alif diperankan oleh M. Sahal Abdan (XI MIA-1) adalah seorang siswa lulusan SMA. Namun karena saran dari pamannya yang bekerja di Mesir, akhirnya Alif memaksa dirinya untuk mondok di Pondok Madani. Disana dia bertemu dan bersahabat dengan santri-santri yang lain, diantaranya adalah Said, Raja, Atang, Dulmajid, dan Baso.

Meskipun kelimanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun karena saking akrabnya mereka percaya mimpi-mimpi mereka akan terwujud. Dengan keyakinan tinggi dan kerja keras sebagaimana yang diajarkan oleh salah satu Ustadnya “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersenguh-sunguh pasti sukses.

Usai pertunjukan siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing untuk mempersiapkan lomba-lomba yang diadakan untuk memperingati hari santri nasional. Untuk siswa MA Matholi’ul Huda Troso mengadakan lomba merias wajah dengan mata tertutup dan lomba kreasi hijab. Keseruan terjadi ketika lomba meriasa wajah dengan wajah tertutup, apalagi lomba ini diadakan untuk 2 kategori, yaitu kategori putra dan kategori putri. Hasil Lomba Merias Wajah Putra sebagai juara pertama dari Kelas 10 MIA-3, juara kedua dari Kelas 10 MIA-1, dan juara ketiga dari Kelas 11 IIS-1. Kemudian untuk Lomba Merias Wajah Putri sebagai juara pertama adalah Kelas 12 MIA-3, juara kedua Kelas 12 IIS-2, dan juara ketiga Kelas 10 MIA-1. Sedangkan untuk Lomba Kreasi Hijab sebagai juara pertama dari Kelas 12 MIA-3, juara kedua Kelas 12 IIS-1, dan juara ketiga Kelas 12 MIA-1. (syah)

  • 0
  • Baca: 103 kali

Kontingen MA MH Troso Meraih Juara Umum KOMPAK V di UNNES Semarang Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Alhamdulillah, kembali mengukir prestasi siswa-siswi meraih Juara Umum di Kompetisi Pramuka Penegak Ke-5 (KOMPAK V) Se-Jawa Tengah di UNNES Semarang, Ahad kemarin (20/10/2019). Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang kompetisi tersebut tetapi tim MA MH Troso sudah dapat meraih hasil maksimal dan keluar sebagai pemenangnya.

Kompetisi kepramukaan ini diikuti oleh 31 sekolah Se-Jawa Tengah, ada SMK N Jawa Tengah, SMA N 1 Semarang, SMA 2 Kendal, SMA N 1 Boyolali, SMK N 2 Bawang Banjarnegara, MA Sunniyah Selo Grobogan, dll.

MA Matholi’ul Huda Troso mengirimkan 20 siswanya yaitu 10 putra dan 10 putri. Mereka adalah tim gabungan mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. 10 anggota dari tim putra tersebut adalah Wahyu Budi Santoso (XII MIA-1), M. Syarif Hidayat (XII MIA-2), Gilang Agil Syafrizal (XII MIA-2), Dimas Al Habib Efendi (XII IIS-1), Muhammad Eko Ferdian Syamsudin (XII IIS-3), Muhammad Ilham Syah (XI MIA-2), A’malil Abror Al Muttaqin (X MIA-3), Muhammad Ainun Nijam (X MIA-2), dan Dicki Candra Lesmana (X MIA-1).

Sedangkan untuk 10 anggota tim putri adalah Fikri Aida Fitriyah (XII MIA-3), Eva Elviana Novitasari (XII MIA-2), Fatikha Amalia (XII MIA-2), Selly Dianawati (XII MIA-3), Linda Wahyu Shofiana (XII MIA-1), Indah Wahyu Shofiani (XII MIA-1), Aulia Fitriani (XI MIA-1), Anna Bariroh Fashihah (XI MIA-1), Nilam Maharani (XI MIA-1), dan Rizqi Walida Alkhomsatun (XI IIS-3).

Lihat galeri kegiatannya – klik disini

Acara ini berlangsung hanya selama 1 hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pengumuman pada pukul 18.00 WIB petang. Ada 5 mata lomba yang digulirkan yaitu Lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Lomba Komik, Lomba Tari Tradisional, dan Lomba Pengembaraan.

Sementara raihan juara oleh tim MA MH Troso adalah sebagai berikut :

  1. Juara 1 Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Putra
  2. Juara 1 Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Putri
  3. Juara 1 Pengembaraan Putra
  4. Juara 1 Pengembaraan Putri
  5. Juara 2 Cerdas Cermat Tangkas Kepramukaan Putra
  6. Peserta Terbaik Semboyan Putri
  7. Peserta Terbaik Perpetaan Putra
  8. Best Presenter dalam Presentasi Video ILM Putri

Dengan menjuarai di banyak mata lomba tersebut sehingga tim KOMPAK V dari MA MH Troso berhasil mengumpulkan poin terbanyak diantara 31 peserta yang lainnya. Dan berhak untuk membawa pulang Piala Bergilir Rektor UNNES Semarang Kompetisi Pramuka Penegak Se-Jawa Tengah Gugus Latih Ilmu Sosial Ambalan dan Racana Wijaya. Serta berhak juga membawa pulang Piala Gubernur Jawa Tengah ke Pangkalan MA MH Troso.

Syukur setinggi-tinggi dipanjatkan oleh tim KOMPAK V MA Matholi’ul Huda Troso. Berkat usaha keras, doa dari para guru dan seluruh sivitas MA Matholi’ul Huda Troso sehingga dapat tampil yang terbaik. Dan dengan raihan ini sebagai amal siswa-siswi dalam membesarkan nama madrasah semoga semakin memberkahi, sekaligus mengukir sejarah prestasi madrasah sekali lagi di tingkat provinsi Jawa Tengah. Bravo Matros. (Syah)

  • 0
  • Baca: 164 kali

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Setan Akan Kalah dengan Keikhlasan

Troso, MAMHTROSO.com – Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah mengadakan apel pagi untuk seluruh civitas akademika MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara kemarin, Ahad (13/10/2019).

Pada apel kali ini sebelum beliau menyampaikan motivasi dan informasi kepada siswa, beliau mengajak doa bersama. Pertama, doa untuk madrasah semoga semakin maju dan memberkahi umat. Kedua, doa untuk para guru semoga semakin sabar dan ikhlas dalam mendidik siswa-siswi. Ketiga, kemudian doa untuk siswa-siswi semoga disadarkan oleh Allah supaya menjadi anak-anak sholih dan muslih.

 . قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

 . إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

 

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).

Keikhlasan adalah kunci dari setiap perbuatan manusia. Sama halnya dengan kebiasaan siswa di kelas semuanya harus didasari dengan niat ikhlas. Fakta masih ada siswa ketika diajar gurunya tetapi malah ditinggal tidur, ada siswa yang masih suka mengganggu temannya, siswa sering terlambat, pergerakan yang lambat ketika mau sholat, dll. Semua itu dirasa enak karena ada tipu daya setan yang menggoda manusia agar berbuat melanggar. Padahal setan akan kalah jika dilawan dengan keikhlasan.

Apapun pelanggaran adalah dosa, termasuk jika siswa yang sering melanggar tata tertib madrasah adalah perbuatan dosa. Kepala Madrasah mengingatkan agar seluruh siswa niat dengan ikhlas berangkat sekolah untuk menambah ilmu dan wawasan dengan cara mematuhi semua aturan madrasah. Karena dengan cara itu siswa akan menjadi orang-orang yang mulia. Tetapi sebaliknya jika perilaku siswa di madrasah selalu melanggar dan tidak membiasakan diri dengan perilaku-perilaku yang mulia, bagaimana bisa nantinya menjadi manusia-manusia yang mulia ?  

Kegiatan di madrasah tujuannya adalah untuk mendidik keterampilan mental. Pinter itu penting, tetapi mentalitas juga penting. Seperti contoh hari Sabtu kemarin diadakan Emha Variety Show (EVS) tujuan utamanya adalah mendidik mentalitas siswa. Jika kemudian setelah itu ada yang sakit karena kelelahan, maka jangan dijadikan alasan kegiatannya.

Selajutnya terkait dengan Morning fun (Shobah Farhah). Bagi siswa yang mengikuti kegiatan olah raga, harus memakai training dan kaos tim dari rumah. Supaya bergerakan siswa semakin cepat dan kegiatan dapat berjalan dengan efektif.

Kemudian gerakan Infaq madrasah, Kepala Madrasah menghimbau agar setiap kelas melebihkan dari jumlah siswanya. Karena dari infaq itu meskipun hanya seribu – dua ribu, tetapi manfaatnya luar biasa untuk madrasah. Pembangunan GOR di MI dan pembangunan Asrama di belakang MA MH Troso ini masih membutuhkan banyak sekali biaya. Termasuk dari infaq siswa-siswi ini yang dapat mejalankan pembangunan itu secara terus menerus.  

Terakhir, beliau menginformasikan bahwa pada Hari Kamis depan akan ada pemilihan petinggi (PILPET). Siswa-siswi pada hari itu tetap masuk seperti biasa, namun akan dipulangkan setelah istirahat. Kemudian guru bersama dengan siswa yang sudah memiliki hak pilih akan bersama-sama memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara. Apel ditutup dengan doa kafarotul majlis. (Syah)

  • 0
  • Baca: 103 kali

MA MH Troso Selenggarakan Emha Variety Show (EVS) Semester Gasal Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara selenggarakan Emha Variety Show (EVS) kemarin, Sabtu (12/10/2019). Acara ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan tiap semester untuk memberikan media pendidikan di luar kelas kepada siswa-siswinya.

Pada semester gasal ini yang ditugaskan untuk tampil adalah dari seluruh Kelas XII dan Kelas XI IIS. Tampilan mereka di panggung EVS, sebenarnya dibebaskan tergantung kreasi siswa. Namun hampir seluruh kelas menyuguhkan drama lipsing dengan genre yang berbeda-beda. Mulai dari yang bergenre komedi, sejarah, percintaan, dll.Sementara untuk Kelas X dan XI MIA ditugaskan untuk mengisi stand jajanan dengan modal dari madrasah. Mereka menjual makanan dan minuman untuk seluruh siswa-siswi yang dari pagi hingga siang menyaksikan tampilan-tampilan EVS.

Untuk dapat menyuguhkan sebuah tampilan EVS, tidak jarang mereka melibatkan konseptor dari para guru, alumni, namun juga beberapa kelas ada yang secara mandiri mengkonsep sendiri. Karena prosesnya cukup panjang mulai dari menentukan konsep tema tampilan, menyusun backsound, perekaman pengisi suara, mempersiapkan properti, kostum, make up, dll. Dan untuk EVS kali ini pihak madrasah mengambil kebijakan bahwa make up atau tata rias harus diupayakan dari kelas masing-masing, tidak mengambil jasa salon agar lebih hemat.

Ada sebanyak 9 kelas yang tampil di EVS Semester Gasal ini, yaitu 6 kelas dari Kelas XII dan 3 kelas dari Kelas XI IIS. Selain itu juga ada beberapa tampilan yang lain, mulai dari Rebana, Tari Tradisional, Penampilan Tae Kwondo, dan Pencak Silat.

Lihat galeri kegiatannya – klik tautan berikut ini

Jalannya Kegiatan :

Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dibuka oleh Aulia Fitriani (XI MIA-1), Sella Nor Fauziah (XI MIA-1), Nihaya Tussa`adah (XI MIA-1), dan Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2) sebagai pembawa acara. Kemudian dilanjutkan sholawat dari Tim Rebana gabungan siswa MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso. Sebelum tampilan dari kelas-kelas, Tari Tradisional dengan judul Prahara Ratu Kalinyamat ditampilkan oleh kontingen KOMPAK Ke-5 di Unnes.

XII IIS-1 dengan Judul Barongan Magic.com. Habib Wibowo atau yang lebih dikenal Mbah Kamed sebagai konseptornya terinspirasi dari Karnaval HUT Kemerdekaan Indonesia di Desa Troso bulan Agustus lalu. Tampilan kelas ini cukup membuat tawa lucu para penonton. Dibuka dengan Marching Band emak-emak dengan alat dapur. Sementara Siti Nur Jamilah dan Siti Khumairoh yang bertubuh tinggi besar kompak menjadi mayoretnya. Secara singkat menceritakan kehidupan orang-orang yang mencari nafkah dari dunia seni, dan sebagai tokoh utamanya adalah Dimas Al Habib Efendi. Karena tuntutan dari istri, Dimas harus aktif dan kreatif hingga memiliki sanggar seni Perkusi. Dia berhasil membuat sebuah pertunjukan perkusi yang sukses dengan personil yang lengkap. Mulai dari tim perkusinya, penari jaranan, badut, barongan, atraksi-atraksi, tapi semua dikemas dengan genre komedi.  

XII MIA-1 dengan Judul Hukum Archimedes. Cukup inspiratif dan edukatif, Kelas XII MIA-1 ini menampilkan kisah asal usul salah satu hukum fisika yaitu Hukum Archimedes. Pada suatu hari Archimedes yang diperankan oleh Wahyu Budi Santoso, dimintai Raja HieronII yang diperankan oleh Roni Fathur Rizal untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia berhasil membuktikan bahwa mahkota raja telah dicampuri dengan perak.

XI IIS-1 dengan Judul Satu Takdir yang Terpisah. Ahmad Shochibul Munir salah satu alumi mengkosep cerita ini. Mengisahkan pertemuan 2 pemuda yaitu M. Wafda Khoirizad dengan Musana di OSPEK salah satu Perguruan Tinggi. Keduanya timbul rasa cinta, tetapi ternyata keduanya adalah saudara kandung yang terpisahkan. Wafda yang sejak kecil hidup bersama ayahnya yang diperankan oleh Ahmad Amiruddin, sementara Musana tinggal bersama Ibunya yang perankan oleh Intan Nur Cahyani. Wafda dan Musana berpacaran, akan tetapi orang tua Wafda tidak menyetujui hubungan mereka karena Musana dari latar belakang sosial yang tidak jelas. Hingga ahirnya Amir membunuh Musana yang ternyata itu adalah anaknya sendiri.  

XII IIS-3 dengan Judul Bejo : The Untold Story. Danang Fardian, salah satu guru MTs. MH Troso berhasil mengkonsep tampilan yang sangat inspiratif. Diadopsi dari beberapa Film Joker (2019) dan Gundala (2019) alur cerita dan aksinya sangat mengharukan. Bejo sebagai tokoh utamanya adalah seorang anak yang terlahir cacat dengan wajah yang buruk rupa. Dari kecil diasuh oleh orang tuanya, tetapi karena broken home, ahirnya Bejo ditinggalkan dan hidup sebatang kara. Dia beranggapan bahwa dunia luar itu indah. Tetapi ternyata ketika di jalan dia selalu dianiaya, disiksa, disakiti oleh orang. Akhirnya dia menilai bahwa ternyata dunia itu kejam, dan harus menjadi orang kejam untuk menghadapi dunia. Bejo, tumbuh menjadi perampok. Hingga aksinya itu dihentikan oleh seorang anak tuli yang dari kecil dibuang oleh orang tuanya tetapi tetap tumbuh menjadi anak yang baik.

XII IIS-2 dengan Judul Abu Nawas 90. Dikonsep oleh salah satu alumni Moh. Khoiri menceritakan kecerdikan Abu Nawas yang diperankan oleh Muhammad Taufiq. Dibuka dengan tarian khas timur tengah oleh seluruh siswa putri. Cerita pertama, mengisahkan Abu Nawas yang ditugaskan oleh seorang Raja untuk menangkap angin. Kemudian Abu Nawas yang mendapat tantangan untuk membuat monyet agar kepalanya geleng-geleng. Terakhir Abu Nawas membantu seorang pengembala yang kerbaunya dirampas paksa oleh seorang mentri. Semua kisahnya tentang kecerdikan Abu Nawas dalam menyelesaikan sebuah masala,h akan tetapi dengan cara-cara Abu Nawas yang lucu.

XI IIS-2 dengan Judul Lika-Liku 5 K. Danang Fardian, kembali sekali lagi sebagai konseptor di kelas ini. Dengan mengeksplorasi beberapa adegan kehidupan siswa di dalam kelas ketika mempersiapkan kegiatan lomba 5 K. Ahmad Rouf sebagai ketua kelas menjadi pemeran utamanya. Cerita yang sederhana tetapi dikemas dalam adegan yang menarik dan lucu. Cerita ini dimulai dari macam-macam tipe ketua kelas. Ada ketua yang sering gugup, ada ketua yang tipenya tidak paham, ada juga ketua kelas yang berwibawa. Mereka kemudian berdiskusi menentukan tema, disetujuilah temanya “cendol dawet” yang sedang viral di sosial media. Kemudian ada adegan tipe-tepi anak yang membeli cat ke toko bangunan, tingkatan keahlian siswa ketika mengecat, sampai tipe-tipe anak yang lembur di malam hari ketika mengecat kelas.  

XII MIA-3 dengan Judul Pertiwi dan Nusantara. Ide-ide kreatif siswa Kelas XII MIA-3 dituangkan dalam tampilannya ini. Pertiwi diperankan oleh Vina Ramandhani dan Nusantara diperankan oleh Alex Lubab Muhammad. Mereka adalah pasangan pemuda yang diberikan amanat Garuda emas untuk mengjaga kesatuan bangsa. Akan tetapi karena hasutan dari Yoga dan Manzihul Hikam yang berperan sebagai pemuda kembar, mereka bertujuan menguasai bumi nusantara. Namun yang menarik dari tampilan kelas ini adalah adegan-adegan sketsa sisipan yang diperankan oleh Ahmad Latif, Muhammad Maftuh Ahnan Labib, dkk. sangat terlihat total sehingga pesan lucunya tersampaikan. Pesan dari kisah ini adalah jangan sampai dengan mudah memunculkan fitnah yang dapat menghancurkan bumi pertiwi.   

XI IIS-3 dengan Judul Babi Ngepet. Muhammad Rosyadi salah satu guru di MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso mengangkat judul yang bertemakan mistis sosial. Diceritakan ada seseorang yang bernama Joko, dia terlilit hutang hingga dikejar-kejar orang dan istrinya pun sampai meninggalkannya. Pada saat dia terpuruk dan putus asa, ternyata ada siluman babi menghampirinya. Dengan bisikan siluman babi tersebut menjanjikan kekayaan kepada Joko, akan tetapi dengan memenuhi beberapa syarat. Jokopun akhirnya mau ikut menjadi siluman babi. Tetapi belum sampai kaya teryata Joko sudah tertangkap oleh warga dan dimassa. Yang menarik dari Kelas ini adalah para penarinya dapat tampil dengan baik.  

XII MIA-2 dengan Judul Pergi Karena Cinta Pulang Karena Cinta. Kelas ini mengadopsi dari cerita tokoh nasional bangsa Indonesia, yaitu B. J. Habibie dan istirnya Hasri Ainun Besari. Habibie  diperankan oleh Dhimas Agung Hermawan. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. (syah)

  • 0
  • Baca: 185 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Heri Kiswanto, S.Kom. : Musuh Terbesar Manusia adalah Sifat Malas

Troso, MAMHTROSO.com – Heri Kiswanto, S.Kom. menjadi pembina upacara dalam upacara pengibaran bendera di halaman MTs-MA Matholi’ul Huda Troso, Sabtu (5/10/2019) pagi ini. Beliau adalah salah satu guru mata pelajaran TIK dan Keterampilan Grafis di unit MA Matholi’ul Huda Troso.

Upacara ini merupakan agenda rutin madrasah setiap awal pekan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut. Dari pantauan MAMHTROSO.COM, Heri Kiswanto, S.Kom. mengenakan pakaian batik salah satu seragam yayasan domininan berwarna kuning, beliau berdiri di depan sekitar 1000-an siswa serta sejumlah dewan guru yang khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera.

Petugas upacara pada pagi ini diemban oleh siswa perkalian kelas XI seperti minggu kemarin. Dipimpin oleh Muhammad Sholikul Huda (XI MIA-1) beserta teman-temannya. Meskipun masih ada kekurangan namun semua petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Kemudian dalam amanat pembina upacara, Heri Kiswanto, S.Kom. menyampaikan bahwa musuh besar dalam diri manusia adalah malas. Malas adalah keenggenan melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Contoh efek perbuatan malas adalah tidak mau disiplin, tidak mau mengikuti pelajaran dengan baik, tidak mau mematuhi tata tertib, dll.

Diantara penyebab rasa malas bisa masuk ke dalam diri, beliau memaparkan 3 alasan. Pertama, karena manusia lebih memilih hal-hal yang menarik dan menyenangkan dari pada berfikir. Hal tersebut karena setan yang bisa mempengaruhi manusia dan membuat rasa kesenangan nafsunya.

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim).

Kedua, karena belum ada kesungguhan. Orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam hidupnya tentu akan terus-menerus bemalas-malasan. Ada sebuah kalimat mutiara dalam bahasa arab :

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

“Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan”. Jangan sampai di kemudian hari menjadi manusia yang menyesal karena saat ini kita bermalas-malasan.

Ketiga, karena pergaulan, lingkungan, dan pertemanan. Manusia memiliki kecenderungan untuk mengikuti sifat teman. Kalau sering berkumpul dengan teman-teman yang malas, maka kita juga akan ikut malas. Tetapi ketika memiliki teman yang rajin, maka biasanya akan ikut menjadi rajin.

Selain menyampaikan sebab-sebab manusia menjadi pemalas, beliau juga menyampaikan bagaimana cara menghilangkan sifat malas yang ada di dalam diri manusia. Pertama, harus bisa mengatur waktu, kapan waktunya untuk belajar. Jangan menyia-nyiakan waktu, jika bisa dikerjakan pagi tidak harus menunggu sampai sore, jika bisa dikerjakan malam hari tidak harus menunggu besok pagi.

Kedua, ikrarkan diri untuk disiplin. Jika sudah bisa memanage waktu maka tinggal mengikararkan diri. Bersungguh-sungguh untuk berubah dari kemalasan menjadi manusia yang rajin. Ketiga, tidak ada tips dan trik, kecuali doa kepada Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian”. (HR. Bukhori Muslim). (syah)

  • 0
  • Baca: 116 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Zahrotun Ni’mah, S.Pd. : Teladani Prof. B. J. Habibie yang Memiliki Tekat Kuat, Disiplin, dan Visioner

Troso, MAMHTROSO.com – Siswa-siswi MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ikuti upacara pengibaran bendera pagi ini, Sabtu (28/9/2019). Upacara yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi ini bertujuan untuk mengawali minggu efektif proses belajar mengajar siswa. Selain itu juga untuk memupuk sikap disiplin, patriotisme, dan nilai-nilai positif lainnya.   

Perwakilan Kelas XI Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso kali ini berkesempatan untuk mengemban tugas sebagai petugas upacara. Meskipun kurang maksimal, namun semuanya dapat berjalan dengan cukup baik. Mengingat ini adalah kali pertama mereka menjadi petugas upacara. Sebagai Pembawa Acara adalah Layinatus Sifah (XI MIA-2), Pembaca Pembukaan UUD 1945 adalah Ira Vivi Faridah (XI MIA-1), dan pembaca doa adalah Mohamad Sahal Abdan (XI MIA-1). Sementara Muhammad Sholikul Huda (XI MIA-1) bertindak sebagai pemimpin upacara, sedangkan pemimpin pasukan berurutan adalah Muhammad Hadi Khoirun Nasirin (XI IIS-3), Muhammad Ilham Syah (XI MIA-2), dan Septian Hidayat (XI MIA-1).

Kemudian untuk pasukan pengibar bendera terdiri dari 8 pasukan. Mereka adalah Lailatul Munawaroh (XI MIA-1), Abida Ardelia (XI MIA-1), Daru Puji Astuti (XI MIA-1), Nadia Nor Inayah Ulya (XI MIA-2), Nur Failah Isnaini (XI IIS-2), Rismawanty (XI IIS-3), Nafisatun Niswah (XI IIS-3), dan Salmah (XI MIA-2).

Zahrotun Ni’mah, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara. Salah satu guru di MTs. Matholi’ul Huda Troso ini sebelum menyampaikan amanatnya, terlebih dahulu mengevaluasi jalannya upacara. Beliau mengingatkan bahwa meskipun petugas sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik, tetapi masih ada beberapa peserta upacara yang kurang khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera ini.  

Pada amanatnya, beliau menyampaikan sosok yang menginspirasi bagi bangsa Indonesia yang baru beberapa minggu kemarin meninggal dunia yaitu Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. Ilmuan yang taat ibadah dan cerdas dengan memiliki IQ 200. Dibanding dengan Isacc Newton yang memiliki IQ 190, dan Albert Enstein IQ-nya 160, ternyata masih tinggi Prof. B.J. Habibie. Dengan kecerdasan dan hasil karya dalam dunia pesawat terbang, beliau menjadi sosok yang tidak hanya dihormati bagi bangsa Indonesia tetapi seluruh dunia menghormatinya. Tentu itu adalah berkat dari ilmu yang dimilikinya.

Maka siswa-siswi sebagai generasi penerusnya harus bisa meneladani ketekuanan beliau dalam menuntut ilmu. Apalagi ilmu dalam islam adalah sesuatu yang mulia kedudukannya dan wajib bagi muslim untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat.

 اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Dari keberhasilan Prof. B.J. Habibie sebagai salah satu tokoh nasional, Zahrotun Ni’mah, S.Pd. mengungkapkan setidaknya ada 3 hal yang harus ditiru. Pertama, adalah tekat yang kuat. Prof. B. J. Habibie sejak kecil tertarik dengan pesawat terbang. Dari ketertarikannya itu kemudian beliau sejak kecil bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berhasil masuk Kkuliah di ITB jurusan tehnik mesin hingga akhirnya berhasil melanjutkan S3 di Jerman. Dari tekat yang menggelora itu digunakan untuk mewujudkan hal yang dicintainya sejak kecil.

Kedua, Kedisiplinan yang tinggi. Prof. B. J. Habibie selama hidupnya menghabiskan waktu 7,5 jam untuk membaca dan menulis. Dari kedisiplinannya itu sehingga banyak sekali ilmu yang serapnya dan dapat menjadikannya sebagai seorang ahli. Kertiga, beliau adalah seorang yang visioner dan fokus. Memiliki tujuan yang jelas dan berusaha dengan kerja keras untuk mewujudkannya.

Dari ketiga hal tersebut di atas, tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk siswa-siswi agar semakin giat dalam belajar. Maka ketika ada siswa yang masih malas-malasan dalam belajar, tidak mau mengerjakan tugas dari gurunya, malas bahkan tidur ketika diajar gurunya di dalam kelas, tidak mematuhi aturan atau tata tertib madrasah adalah siswa-siswi yang rugi. (syah)

  • 0
  • Baca: 118 kali
Berlangganan RSS feed