Masuk

Peringati Hari Santri Nasional Tahun 2017 MA Matholi’ul Huda Troso Sajikan Drama Luar Biasa Mengharukan dengan Judul “Resolusi Jihad”

Troso, MAMHTROSO.com – Tepat pada tanggal 22 Oktober MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ikut memperingati Hari Santri Nasional pagi ini, Ahad (22/10/2017). Setelah mengadakan upacara pengibaran bendera, seluruh siswa bersama-sama menyaksikan 2 penampilan drama dari perwakilan siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso yang dilaksanakan di lapangan utama.

Lihat galeri kegiatannya - klik disini

Upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2017 ditugaskan kepada siswa-siswi Kelas XI MA Matholi’ul Huda Troso. Pada Upacara kali ini seluruh peserta dan petugas upacara termasuk korsik (Korps musik) mengenakan sarung dan memakai sandal. Selain itu juga ada petugas tambahan untuk membacakan ikrar santri yang di tugaskan kepada Lisa Ariana Herawati (XII IPA-3).

Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso langsung bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya beliau menyampaikan sejarah gerakan Resolusi Jihad yang difatwakan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Selanjutnya beliau menegaskan bahwa musuh yang dihadapi pada masa lalu sudah jelas yaitu para penjajah dari bangsa asing. Namun generasi-generasi sekarang musuh yang dihadapinya begitu banyak.

“Apa yang kita berikan untuk bangsa ini ? musuh kita sekarang ini sangat banyak. Pertama, teknologi menjadi penjajah bagi anak-anak sekarang ini. Hp bisa menjadi mengirim kabar berita dengan teknologi canggih, akan tetapi juga bisa menjerumuskan anak muda jika disalah-gunakan”, ungkapnya.

“Yang bisa membentengi diri kita adalah kesadaran yang tinggi, jika kita tidak sadar maka akan mengalami kehancuran sebelum berkembang, your dignity is own your conduct”, pungkasnya.

Usai upacara pengibaran bendera, Harirotus Su’adah (XII IPA-1) dkk. menampilkan drama yang berjudul “Santri Ngaji”. Dalam ceritanya Harir sebagai Bu Nyai yang sedang memberikan pengajian kitab kuning dengan metode “makno gandol”. Dia menjelaskan bahwa inti dari materi yang disampaikan adalah siapa saja yang semakin tawaduk akan disenangi oleh Allah dan selanjutnya akan disenangi oleh teman-temannya. Sebaliknya siapa saja yang sombong akan dibenci oleh Allah dan juga akan dibenci oleh teman-temannya.

Setelah itu juga ada penampilan dari salah satu satrinya yang diperankan oleh Ayin Puji Rahayu (XII IPA-2) yaitu menyampaikan kata-kata Mutiara dalam Bahasa inggris. Dan akhirnya ditutup percakapan 2 orang santri antara Eva Elviana Nofita Sari (X MIA-2) dan Fitri (IX) dengan 4 anekdot yang berjudul Nabi Ismail atau Nabi Ishak, Haji Sok Tau, Sesal Gusdur kepada Anak TK, dan 3 tanda-tanda wanita.

Tampilan yang kedua, sendratari dari perwakilan siswa-siswi Kelas XII dengan judul “Resolusi Jihad”. Menceritakan asal mula hukum jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari. Penampilan ini dibuka dengan seni tari oleh 8 siswa dengan gerakan yang gelumai dengan iringan musik islami. Dilanjutkan para pembawa bendera merah putih. Kemudian masuklah drama antara penduduk lokal Indonesia melawan penjajah belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Adegan tegang diselingi gaya bicara lucu sampai melempar sandal membuat menarik drama ini. Karena jumlah penjajah belanda lebih sedikit bangsa Indonesia berhasil melawan dan merampas senjatanya.

Kemudian munculah rombongan KH. Hasyim Asy’ari yang diperankan oleh Ahmad Jodiy Renata beserta rombongan wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura. Beliau melaksanakan pertemuan untuk membahas hukum jihad mempertahankan kemerdekaan. Dipimpin langsung oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadlratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad yang hukumnya fardu ‘ain.

Sendratari yang dipersiapkan hanya dalam satu minggu ini oleh siswa-siswi Kelas XII, ternyata membuat seluruh siswa terkagum-kagum dan gemetar melihat perjuangan para pendahulu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Drama ini dapat menjadi salah satu cerita inspiratif untuk memupuk rasa cinta kepada tanah air (hubbul wathan) bagi siswa-siswi.

Untuk memperingati Hari Santri kali ini MA Matholi’ul Huda Troso melanjutkannya dengan lomba memasak antar kelas kategori putra dan putri. Dan lomba literasi yang ditugaskan di rumah dalam proses pembuatannya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 50 kali

Upacara Pengibaran Bendera – H. Ahmad Harisul Haq, Lc. : Manusia yang Tidak Menggunakan Akal Lebih Hina dari Mahluk Lain

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso adakan upacara pengibaran bendera Merah Putih, Sabtu (14/10/2017) pagi ini. Upacara ini dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Dilaksanakan di halaman madrasah dengan diikuti setidaknya 1.300-an peserta upacara.

Muhammad Rizki Maulana Fatah (XII IPS-2) sebagai pemimpin upacara dapat bertugas dengan baik. Fiqi Saputro (XII IPA-3) dan Ahmad Thoha Mansyur (XII IPA-3) sebagai pasukan pengibar bendera dengan formasi 8 pasukan juga dapat menjalankan tugas dengan apik. Bendera dapat dikibarkan dengan gagah di tiang yang memiliki tinggi sekitar 12 meter.

Upacara pengibaran bendera di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso ini selalu dilaksanakan pada Sabtu pagi. Karena setelah siswa libur pada hari Jum’at, pada hari Sabtunya dirasa lebih tepat melaksanakan upacara untuk mengawali dan membekali siswa untuk proses belajar mengajar selama satu minggu kedepan. Upacara ini tentu selain untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan, juga untuk menambah dan memupuk rasa cinta kepada tanah air siswa-siswi MA Matholi’ul Huda Troso. Selain itu juga untuk melatih disiplin siswa dalam bersikap ketika mengikuti upacara. Karena mereka harus mengikuti aba-aba dari pemimpin pasukan dan pemimpin upacara.

H. Ahmad Harisul Haq, Lc. pada pagi hari ini berkesempatan menjadi Pembina Upacara. Beliau menyampaikan amanatnya tentang akal yang dianugrahkan kepada manusia.

Ada 4 golongan siswa di MA atau MTs. Matholi’ul Huda Troso. Golongan pertama adalah siswa yang pintar, cerdas, dan juga memiliki akhlak yang baik. Golongan kedua, ada siswa yang tidak terlalu pintar tetapi berakhlak baik. Golongan ketiga, ada siswa yang pintar tetapi berakhlak buruk. Dan golongan keempat, siswa yang tidak terlalu pintar, dan berakhlak buruk.

Golongan pertama adalah yang menjadi cita-cita madrasah. Golongan kedua masih dimaklumi. Beliau menegaskan jangan sampai menjadi golongan ketiga dan keempat. Yang keduanya memiliki akhlak yang buruk. Akhlak bagi manusia adalah yang paling utama. “Manusia dibekali akal, itulah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya”, ungkap beliau.

Manusia yang dapat menggunakan akalnya dan berakhlak baik, itulah manusia yang kedudukannya lebih mulia dari makhluk lainnya. Tetapi manusia yang tidak bisa menggunakan akalnya dan berakhlak buruk, maka itulah keadaan manusia lebih hina dari makhluk yang lainnya.

“Sapi gila dengan manusia gila, pasti lebih memilih sapi gila. Kambing mendem dengan manusia mendem pasti kalian lebih memilik kambingnya. Artinya ketika manusia tidak menggunakan akalnya kedudukannya menjadi lebih rendah dari pada makhluk lainnya”, pungkasnya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 33 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Dra. Wafiroh : Segera Obati 3 Penyakit Mental (Kudis, Kuber, Kurap)

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso selenggarakan agenda rutinnya yaitu Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Sabtu (7/10/2017) pagi ini.

Upacara pengibaran bendera ini dilaksanakan di halaman madrasah dengan diikuti oleh seluruh civitas akademika MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso. Total peserta yang mengikuti upacara pada hari ini ada sebanyak 1.300-an orang. Seluruh peserta berbaris membanjar rapi sesuai dengan kelasnya masing-masing. Mulai dari yang paling timur Kelas XII sampai ke barat Kelas VII.

Petugas Upacara yang dipimpin oleh Fajar Bagoes Ardyansyah (IX C) dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pasukan pengibar bendera yang dipimpin oleh Aulia Fitriani (IX C) juga dapat mengibarkan bendera Merah Putih dengan baik sampai di ujung tiang tepat iringan lagu Indonesia Raya.

Dra. Wafiroh, salah satu guru di MA Matholi’ul Huda Troso yang mengampu mata pelajaran Kimia kali ini berkesempatan menjadi Pembina Upacara. Beliau menyampaikan tentang 3 penyakit mental yang masih melanda siswa-siswi baik dari Madrasah Tsanawiyah maupun dari Madrasah Aliyah.

Pertama, KUDIS (Kurang Disiplin). Masih ada siswa yang kurang disiplin, mulai awal masuk kelas di pagi hari, ketika di dalam kelas mengikuti proses belajar mengajar, sampai ketika keluar kelas pulang ke rumah. Ketika pagi masih ada juga siswa yang terlambat, dan yang mengherankan siswa seperti ini tidak menunjukkan sikap bahwa dia terlambat. Cara jalannya yang glewar-glewer (lamban), tidak kemudian bergegas karena merasa terlambat. Begitu juga ketika setelah istirahat, ketika bel masuk berbunyi masih banyak siswa yang duduk-duduk di teras makan jajanannya. Padahal seharusnya ketika bel berbunyi siswa langsung bergegas masuk kelas dan siap untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Kedua, KUBER (Kurang Bersih). Kelas terlihat bersih hanya ketika lomba 5 K. Padahal semestinya di dalam kelas dan di lingkungan madrasah selalu dijaga kebersihannya. Minimal membuang sampah seperti bungkus permen pada tempat sampah, tidak malah disimpan di laci meja. “Padahal kebersihan selalu diadakan sehari setidaknya 3 kali, yaitu pagi hari, setelah istirahat pertama, dan setelah istirahat kedua. Tetapi ketika menyapu selalu ada sampah ? Karena ternyata banyak siswa yang menggunakan laci meja menjadi lumbung sampah”, ungkap Dra. Wafiroh.

Ketiga, KURAP (Kurang Rapi). Terutama yang putra masih ada siswa yang cara berpakaiannya kurang rapi. Baju masuk dan terlihat ikat pinggangnya, tetapi ada beberapa siswa yang baju bagian belakangnya selalu keluar. Dengan alasan karena keluar sendiri, bajunya kekecilan, dll. Kalau baju sudah terasa kekecilan maka semestinya segera diganti yang sesuai ukurannya dan tidak mencari-cari alasan karena tidak rapi. (Syah)

  • 1
  • Baca: 43 kali

Intrakurikuler Pramuka – Melatih Kedisiplinan Lewat Baris-Berbaris dan Melatih Keterampilan Bicara Lewat Bercerita

Troso, MAMHTROSO.com – Setelah pada minggu kemarin mengadakan latihan menaksir tinggi dan lebar, gerakan Pramuka intrakurikuler Ambalan Setiabudi dan Fatmawati Gugus Depan 09.115 – 09.116 MA Matholi’ul Huda Troso adakan latihan baris-berbaris siang ini, Selasa (3/10/2017).

Kegiatan intrakurikuler pramuka ini diadakan secara rutin tiap Hari Selasa siang pada jam pelajaran ke-7 dan ke-8. Yaitu sekitar pukul 11.50 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Diiukuti oleh seluruh siswa MA Matholi’ul Huda Troso sekitar 650-an orang siswa yang terbagi menjadi 18 kelompok.

Materi baris-berbaris kali ini sama seperti yang sebelumnya yaitu gerakan dasar di tempat. Mulai dari posisi siap, lencang kanan, hitung, hormat, hadap-hadap, sampai periksa kerapian. Muhammad Rizki Maulana Fatah (XII IPS-2), Pradana Ambalan Setiabudi masa bhakti 2017-2018 mengungkapkan bahwa latihan kali ini diagendakan untuk menegaskan kembali materi baris-berbaris yang pada semester ini baru sekali diadakan. Dan rencananya sebelum diadakannya Lomba Keterampilan Penegak (LKP) ke-5 nanti akan diadakan latihan baris-baris setidaknya 3 kali dalam satu semester.

Namun selain materi utama baris-berbaris, Dewan Ambalan yang menjadi fasilitator pada kegiatan ini mengajak setiap anggotanya melakukan 12 tepuk paha, tepuk semangat, dan tepuk-tepuk yang lain untuk menambah semangat para anggota.

Setelah latihan baris-berbaris Dewan Ambalan mengajak setiap anggotanya untuk latihan tata cara berbicara. Yaitu dengan bercerita di hadapan teman satu anggotanya tentang sesuatu hal yang paling menarik dalam hidupnya. Hal ini tujuannya untuk menambah mentalitas anggota agar lebih berani bicara dengan baik di depan teman-temannya. (Syah)

  • 0
  • Baca: 77 kali

9 Kelas Tampilkan Sendratari Dengan Berbagai Genre Dalam Emha Variety Show Semester Gasal Tahun 2017

Troso, MAMHTROSO.com – Kembali selenggarakan acara super megah dengan partisipan siswa-siswinya, MA Matholi’ul Huda Troso gelar Emha Variety Show Semester Gasal Tahun 2017, Ahad (1/10/2017) kemarin.

Lihat galeri kegiatannya - klik di sini 

Emha Variety Show ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan madrasah sekali dalam satu semester. Tujuannya tentu untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat menyalurkan bakatnya dalam bidang seni, tari, akting, konseptor, hingga komposer musik (pengatur backsound). Karena semuanya melibatkan siswa sebagai pengisi acaranya. Mereka bertugas masing-masing untuk mewakili kelasnya demi menyuguhkan penampilan yang memukau.

Ada sebanyak 9 kelas sebagai partisipan yang memberikan persembahan pada Emha Variety Show kali ini. Yaitu 6 kelas dari Kelas XII dan 3 kelas dari Kelas XI IPS. Sebagian besar dari 9 kelas tersebut menampilkan seni, drama dan tari (sendratari) ada yang bergenre dramatis, komedi, dan sejarah. Sementara untuk 9 kelas yang lainnya, yaitu Kelas X dan kelas XI IPA ditugaskan mendirikan stand-stand di tenda-tenda yang sudah disediakan. Setiap kelas berjualan berbagai olahan makanan ringan dan minuman yang dijajakan kepada siswa-siswi yang menyaksikan acara ini.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB di halaman madrasah yang disulap menjadi panggung megah dengan dekorasi yang apik. Akan tetapi setelah penampilan Grup Rebana acara sempat dihentikan sejenak kurang lebih satu jam karena di sekitar lingkungan madrasah ada takziyah meninggalnya Ibu Munifah. Sehingga acara baru dapat dimulai kembali pada pukul 09.15 WIB. Dan selesai pada pukul 14.20 WIB.

Sebelum masuk pada acara inti, yaitu penampilan dari masing-masing kelas Safinatun Nikmah (XI IPA-2), Siti Muzaroah (XI IPA-3), dan Afrizal Malna Isre (XI IPA-1) sebagai pembawa acara membuka Emha Variety Show dengan bacaan Ummul Kitab. Dan langsung dilanjutkan penampilan Grup Rebana yang membawakan 4 lagu dengan judul Leng-Eleng, Rouhi Fida’, Saikhona, dan Ibu. MH Band juga ikut unjuk gigi setelah itu. Mereka membawakan 3 lagu, yaitu Shallu Ala Muhammad oleh Wido Sari, Ya Rasulullah oleh Shinta Amelia, dan Qomarun oleh Ibu Nur Muzaroh, S.Pd.

Kelas XII IPA-1 mendapat giliran pertama menampilkan sendratari bergenre komedi dengan judul Ande-Ande Lumut. Nova Alfaqih berperan sebagai Ande-Ande Lumut yang diasuh oleh Ibu Angkatnya yang bernama Mbok Randa yang diperankan oleh Vera. Ande-Ande Lumut yang mencari jodoh akhirnya bertemu dambaan hatinya yang bernama Klenting Kuning yang diperankan oleh Alief Minan. Cerita ini memang sudah dibumbuhi dengan komedi berbahasa jawa. Dengan alur cerita dan gaya bahasanya Nova Alfaqih berhasil membuat decak tawa para penonton.

Penampilan kedua dari Kelas XI IPS-1, mereka menyuguhkan Kisah Calon Arang. Menceritakan asal mula Leak kisah mistis Jawa Bali yang berasal dari Kediri. A. Sochibul Munir sebagai Calon Arang adalah orang sakti mandra guna pada masa Raja Airlangga Kerajaan Kediri. Calon Arang punya adik yang cantik jelita diperankan oleh Stefani Murya Putri akan tetapi tidak ada yang berani mempersuntingnya karena Ibunya adalah tukang tenung yang diperankan Kholisatus Sa'diyah. Tarian dan adegan peperanganpun tersaji pada pertunjukan ini.

Ketiga, Kelas XII IPS-1 menampilkan Ketoprak Sariden Syeh Jangkung Pati. Diangkat dari kisah sejarah lokal Kota Pati, Eko yang berperan sebagai Sariden dan Feri yang berperan sebagai Branjung. Sariden dengan sifat ikhlasnya dan Branjung dengan liciknya menjelma menjadi macan untuk menakut-nakuti Sariden. Peperangan lucu antara macan dan Sariden ditambah selingan Trio Macan membuat decak tawa para penonton. Karena kesaktian Sariden yang dapat meloloskan diri dari penjara akhirnya dia menjadi buronan dari Adipati dan ditolonglah oleh Sunan Kudus yang diperankan Riko Aditya.

Keempat, Kelas XII IPS-2 menampilkan cerita fiktif bergenre komedi yang berjudul Prahara Kampung Kedawung. Dimainkan oleh Baharudin Aziz sebagai Sarkawi, kesatria Kedawung. Dan Nashoikhul Ibad sebagai Surogento, pembunuh bayaran yang sakti ilmunya. Karena kemakmuran Kampung Kedawung sehingga Belanda ingin menguasainya. Belanda yang kalah dengan Sarkawi akhirnya meminta bantuan kepada Surogento. Terjadilah peperangan antara Sarkawi dan Surogento yang dimenangkan oleh Sarkawi karena mendapat Pusaka Ari-ari Kedawung yang berwujud Barongan.

Kelima, Kelas XII IPA-2, Ramdhan Kholid dkk. Menyuguhkan aksi yang dramatis dengan judul Ada Cinta di Palestina. Mereka mengangkat kisah penindasan yang dialami muslim Paslestina oleh Yahudi Israel. Akan tetapi dibalik penindasan itu ada cerita cinta yang terjadi antara Choiruniam sebagai pemuda muslim palestina dengan Atia Fitriani angkatan bersenjata dari Israel. Dengan totalitas akting dari para pemainnya membuat haru dan merinding para penonton. Cerita ini diakhiri dengan klimaks munculnya Ramdhan dari tengah-tengah temannya yang membentuk lingkaran dengan penjiwaan luar biasa.

Keenam, Kelas XII IPS-3 menampilkan Asal Usul Selat Bali. Diceritakan Sidi Mantra diperankan oleh Sutrisno yang sakti memiliki anak yang bernama Manik Angkeran diperankan oleh M. Abdur Rozaq. Karena sejak kecil ditinggal mati Ibunya, Manik Angkeran tumbuh menjadi pemuda yang sangat nakal, suka mabuk dan judi hingga hutangnya banyak. Naga Besukih ular yang murka dengan Manik ahirnya meminta Sidi Mantra untuk mengasingkan Manik di dekat Gunung Agung. Sidi Mantra membuat pembatas antara jawa timur dengan bali, dan akhirnya menjadi Selat Bali.

Ketujuh, Kelas XI IPS-3 mengangkat cerita masa kini dengan judul Istri Gila Gincu. Diceritakan Saifudin yang beristrikan Nikmatul Khomsa. Untuk menuntut gaya hidupnya Nikmatul Khomsa tertarik untuk menjadi karyawan garmen kemudian bertemulah Dany sebagai Manager Pabrik Garmen. Karena terkena rayuan sang Manager, terjadilah perselingkuhan antara Khomsa dengan Manager. Akan tetapi Khomsa hanya dimanfaatkan sang Manager. Dibalut dengan aksi komedi penampilan kelas XI IPS-3 ini berhasil mengocok perut ratusan penonton.

Kedelapan, Kelas XII IPA-3 menampilkan sendratari yang berjudul Empat Pilar Nusantara. Dari 4 pilar tersebut divisualisasikan dalam 4 bentuk tarian/dance. Mulai dari yang pertama tarian Pancasila, dance UUD, tarian bineka tunggal ika, dan terakhir dance Bali modern Bendera Merah Putih. Dari keragaman suku dan budaya membuat masing-masing merasa paling berkuasa di Indonesia, sampai timbul perpecahan. Klimaksnya adalah kehadiran Garuda Pancasila sebagai pemersatu. Dan Reza nyinden secara live untuk mengiringi persatuan tersebut dengan muncul di tengah-tengah bendera merah putih.

Kesembilan, penampilan terakhir yaitu dari Kelas XI IPS-2 dengan cerita fiktif yang berjudul Memed Sayang Emak. Rohim yang berperan menjadi Memed sangat total dengan aktingnya. Sofa menjadi Emak sebagai penjual janganan. Dalam ceritanya Selamet sebagai anak orang kaya yang suka mabuk-mabukan akhirnya diculik oleh sekelompok geng. Memed berhasil menyelamatkan Selamet. Khusaini dan Syarifah yang berperan menjadi orang tua dari Selamet kemudian mengabulkan permintaan Memed yaitu memberangkatkan Emaknya untuk naik Haji. Balutan komedi juga memunculkan tawa di setiap adegannya. (Syah)

  • 4
  • Baca: 225 kali

Upacara Pengibaran Bendera – Ismail, S.Pd.I. : Jika Ingin Mendapat Ilmu yang Bermanfaat Tirulah Padi

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara adakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Sabtu (23/9/2017) pagi ini.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih ini dilaksanakan rutin setiap Sabtu pagi. Selain untuk mengawali proses belajar mengajar setelah libur hari Jum’at, juga banyak nilai-nilai pendidikan yang dapat didapatkan dari upacara ini. Mulai dari mengenang jasa-jasa pahlawan perjuangan kemerdekaan, sikap rasa cinta tanah air, sikap kedisiplinan, dan juga menambah vitamin D untuk kekebalan tubuh siswa karena terkena sinar matahari pagi.

Perwakilan siswa MTs. Matholi’ul Huda Troso kali ini mendapatkan amanat untuk menjadi petugas upacara. Muhammad Ilham Ainun Nijam (VIII B) bertugas sebagai pemimpin upacara berhasil memimpin lebih dari 1.300-an orang siswa peserta upacara pengibaran bendera pagi tadi. Dilaksanakan di halaman madrasah seluruh siswa hormat dengan khidmat kepada Sang Merah Putih.

Ismail, S.Pd.I. salah satu guru pengampu mata pelajaran seni budaya (Nasyid) menyampaikan amanatnya tentang ilmu yang bermanfaat. “Jika kita ingin supaya mendapatkan ilmu yang bermanfaat lihatlah proses penanaman padi. Padi yang baik itu harus diberi air yang cukup, diberi pupuk, dan rumput-rumput liarnya dicabut agar tanaman padinya tidak kalah”, ungkap Ismail di awal-awal amanatnya.

Beliau mengibaratkan siswa MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso yang ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat harus melaksanakan 3 hal sebagaimana dapat diambil dari filosofi menanam padi tersebut. Mulai dari yang pertama, setiap pagi siswa diajak untuk membaca Al qur’an, asmaul khusna, sholawat nariyah, dll. Ini adalah salah satu bentuk siraman rohani supaya hati bersih. Amalan-amalan tadi ibarat air yang dibutuhkan padi agar dapat tumbuh baik. Sehingga siswa yang benar-benar mengamalkannya hatinya akan selalu tersiram segar bersih dari kotoran dan akan dimudahkan dalam belajar.

Kedua, padi biasanya membutuhkan pupuk yang bisa menambah subur tanah sehingga menghasilkan padi yang berkualitas. Pupuk ini diibaratkan adalah bapak/ibu guru yang tidak bosan-bosan selalu mendidik, membimbing, menasihati, dan memotivasi siswa. Jika siswa ikhlas ketika dididik, dibimbing, dinasihati oleh gurunya, maka insyallah siswa-siswi dengan mudah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mempraktikkan akhlakul karimah.

Ketiga, tanaman padi biasanya diganggu rumput-rumput liar sehingga tidak dapat tumbuh optimal. Diibaratkan rumput liar ini adalah siswa yang tidak mematuhi tata tertib dan tidak ikhlas dididik. Maka jika ada siswa yang seperti ini madrasah tidak akan segan-segan untuk mengembalikannya ke orang tua. Agar di MA dan MTs. Matholi’ul Troso Pecangaan Jepara tercipta lingkungan belajar yang kondusif, konstruktif, progresif, dan dinamis. (Syah)

  • 0
  • Baca: 51 kali

Intrakurikuler Pramuka Selenggarakan Outbond Usai Pekan Ulangan Bersama (PUB)

Troso, MAMHTROSO.com – Setelah minggu kemarin mengikuti Pekan Ulangan Bersama (PUB) ke-1 Semester Gasal, Dewan Ambalan Setiabudi dan Fatmawati Gugus Depan 09.115 – 09.116 MA Matholi’ul Huda Troso kembali adakan kegiatan intrakurikuler pramuka, Selasa (19/9/2017) siang ini.

Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada jam ke-7 dan 8 atau tepatnya pukul 11.50 – 13.15 WIB. Diikuti seluruh siswa mulai dari kelas X hingga kelas XII yang didampingi 4-5 anggota Dewan Ambalan dan 1 guru pembimbing.

Pada latihan pramuka kali ini Dewan Ambalan mengagendakan kegiatan out bound untuk seluruh anggota yang berjumlah kurang lebih 650 orang siswa. Tentu ini bertujuan untuk memberikan media refreshing kepada seluruh siswa usai melakoni ujian pada PUB. Selain itu dengan kegiatan outbond harapannya dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kerjasama, ketangkasan, dan kreatif dari seluruh anggota kepada sesama.

Outbound pada siang ini ada 3 jenis yaitu Ambil Bola, Tangan Cepat, dan Estafet Air Piring. Pertama Ambil Bola, ada sebuah wadah yang diletakkan di tengah2 antara 2 sangga. Di dalam wadah tersebut ada bola yang berjumlah ganji. Setiap sangga hanya diperbolehkan mengambil bola dengan ketentuan jarak 1,5 meter dari wadah. Sehingga hanya satu anggota sangga yang bisa mengambil bola tersebut dan yang lainnya harus bekerjasama untuk memegangi anggota yang mengambil bola. Sangga yang terbanyak mengambil bola itulah sangga yang menjadi pemenangnya.

Kedua, Tangan Cepat. Permainan ini menguji kecepatan tangan dan konsentrasi. Setiap anggota sangga berhadapan dengan sangga yang lain secara berpasang-pasangan dan di depannya diletakkan satu objek untuk diperebutkan. Mereka diadu mana yang lebih cepat mendapatkan objek tadi dengan diawali memegang anggota-anggota badan yang disebutkan oleh Dewan Ambalan.

Ketiga, Estafet Air. Seperti biasa permainan yang menggunakan air menjadi permainan paling favorit untuk para anggota pramuka di MA Matholi’ul Huda Troso. 2 sangga diadu memindahkan air dengan menggunakan piring plastik. Cara memindahkannya harus lewat atas kepala dan tidak boleh menoleh ke belakang. Maka dibutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik agar air yang dipindahkan secara estafet tidak tumpah di atas kepala atau dipunggung anggota.

Out bound ini akan selalu diadakan 2 – 3 minggu sekali untuk membuat seluruh anggota pramuka di MA Matholi’ul Huda Troso merasa senang mengikuti kegiatan pramuka. Karena gerakan pramuka di MA Matholi’ul Huda Troso tidak untuk memberatkan anggotanya, tetapi tujuannya adalah melatih agar anggota pramuka di MA Matholi’ul Huda Troso berkarakter, bermental baja, kreatif, memiliki sikap kebersamaan, peduli, tanggung jawab, dll. sesuai dengan Pancajiwa Matholi’ul Huda Troso. (Syah)

  • 0
  • Baca: 94 kali

Briefing Pagi dan Pengumuman Lomba Dekorasi 5K antar Kelas Tahun 2017 – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Ojo Ngremehno Duso

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso yang biasanya mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih setiap Sabtu pagi, namun kali ini upacara tersebut diganti dengan apel pagi atau sering disebut Morning Briefing.

Hal ini disebabkan karena akan diumumkannya hasil dari Lomba Dekorasi dan 5K antar kelas yang diadakan di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso. Pengumuman ini tentu sudah sangat ditunggu-tunggu seluruh siswa. Setelah kurang lebih satu bulan setiap kelas berlomba-lomba menghias dan melukis kelasnya seindah-indahnya sesuai dengan tema dan kreasinya masing.

Sebelum diumumkannya hasil lomba, seperti biasa pada Briefing Morning Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso memberikan ceramah motivasi dan bekal kehidupan yang fundamental untuk siswa-siswinya.

Pertama, “Ojo Ngremehno Duso”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un di halaman MTs. Matholi’ul Huda Troso, Sabtu (16/9/2017) pagi tadi.

Ojo ngremehno Duso adalah ungkapan Bahasa Jawa yang artinya Jangan Meremehkan Perbuatan Dosa. Beliau memeringatkan betul kepada siswa-siswinya agar tidak mudah melakukan perbuatan-perbuatan negatif. Seperti halnya cara pergaulan dengan lawan jenis yang berlebihan, tidur di dalam kelas ketika guru sedang mengajar, selalu menentang orang tua, ketika Pekan Ulangan Bersama (PUB) masih menyontek, selfi mesrah dengan pacarnya, sampai dengan minum minuman keras, dll. Itu adalah sebagian contoh perbuatan-perbuatan dosa yang sekarang menjadi hal biasa dilakukan di kalangan remaja saat ini. Untuk itu siswa-siswi diajak agar lebih dekat dengan Allah, lebih takut dengan dosa. Harapannya siswa-siswi di MA dan MTs. Matholi’ul Huda agar dapat menjadi generasi Rabbani.

Kedua, Berkaitan dengan Pekan Ulangan Bersama (PUB). Para guru selalu mengevaluasi jalannya PUB ini mulai awal pertama kali diadakan. Berbagai macam teknis telah dipraktikkan agar PUB dapat berjalan dengan baik dan efektif. Karena selain PUB sebagai pengganti dari Ulangan Tengah Semester, dengan PUB juga sebagai nyawa dari nilai-nilai siswa. Untuk itu guru yang sudah memberikan bank soal, agar benar-benar dipelajari, dihafalkan, dan dipahami supaya siswa dapat mendapatkan manfaat dari ilmu yang dipelajarinya.

Ketiga, mulai minggu depan agar siswa benar-benar sudah tertib berpakaian dan menjaga kebersihan. Mulai dari seragam, atribut, sepatu, dll. harus sesuai dengan tata tertib. Karena siswa sudah diberi waktu lebih dari 2 bulan untuk melengkapi pakaian dan atributnya. Selain itu Kepala Madrasah menegaskan agar siswa lebih peduli dengan lingkungan. Siswa akan dihukum ketika membuang sampah sembarangan. Hal ini karena sering kali saluran air tersumbat karena sampah yang dibungan tidak pada tempatnya. Semua yang ditulis dalam tata tertib tidak untuk mengekang, akan tetapi tujuannya agar siswa-siswi menjadi manusia yang mulia. “Bukalah hatimu untuk menjadi manusia mulia”, tandasnya.

Keempat, Lomba Dekorasi dan 5 K dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan. Yang semula menggunakan Styrofoam akan tetapi bahan yang mudah rusak, kali ini sudah banya yang menggunakan cat, dan hasilnya juga luar biasa indahnya. Termasuk keadaan meja dan kursi yang pada lomba kali ini coret-coretan hilang dan terlihat bersih, hal ini karena seluruh kelas mengecat ulang meja kursinya. Setelah ini tidak diperbolehkan siswa-siswi mencorat-coret meja sembarangan. Bagi siswa yang tertangkap melanggar akan diminta untuk mengecat ulang meja kursinya dengan membeli cat sendiri.

Tiba saat pengumuman hasil Lomba Dekorasi dan 5K. Dra. Wafiroh membacakan urutan juara mulai dari yang paling buncit kelas dengan peringkat terbawah sampai yang terakhir kelas juara pertama. Sebagai peringkat ke-18 Kelas XI IPS-3, peringkat ke-17 Kelas X IIS-3, peringkat ke-16 Kelas XI IIS-2, peringkat ke-15 Kelas XI IPS-1, peringkat ke-14 Kelas X IIS-1, peringkat ke-13 Kelas XI IPS-2, peringkat ke-12 Kelas X MIA-3, peringkat ke-11 Kelas XII IPS-3, peringkat ke-10 Kelas X MIA-1, peringkat ke-9 Kelas XII IPS-1, pringkat ke-8 Kelas XII IPS-2, dan peringkat ke-7 Kelas X MIA-2.

Sementara untuk Harapan 3 diraih oleh Kelas XI IPA-3, Harapan 2 diraih oleh Kelas XI IPA-1, Harapan 1 diraih oleh Kelas XII IPA-2. Dan Juara 3 diraih oleh Kelas XI IPA-2, juara 2 diraih oleh kelas XII IPA-3, juara 1 diraih oleh Kelas XII IPA-1.

Semua kelas mendapat hadiah uang tunai dari madrasah. Sebagai kelas paling buncit mendapatkan uang hadiah sebesar Rp 250.000,- hingga juara pertama mendapat hadiah sebesar Rp 1.350.000,-. Total hadiah yang dikeluarkan untuk Lomba Dekorasi dan 5K antar Kelas Tahun ini adalah sebesar Rp 11.450.000,-. (Syah)

 

Lihat geleri kegiatannya - klik disini 

  • 0
  • Baca: 131 kali
Berlangganan RSS feed