Troso, MAMHTROSO.com – Kepolisian Resor (Polres) Jepara sukses menyelenggarakan ajang bergengsi Lomba Video Kreatif Berbasis Artificial Intelligence (AI) tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten Jepara tahun 2026. Kompetisi yang mengusung tema “Polisi Baik Bulan Ramadhan” ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi teknologi digital secara positif dan edukatif.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah konkret Polres Jepara dalam meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Polres Jepara berkomitmen membekali siswa dengan kemampuan memanfaatkan AI secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus menanamkan kesadaran akan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Persaingan ketat terjadi selama periode pendaftaran dan pengumpulan karya yang berlangsung pada 21 hingga 27 Februari 2026. Dari puluhan sekolah yang berpartisipasi, setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya terbaiknya, baik yang dikerjakan secara individu maupun tim maksimal tiga orang.
Salah satu sorotan utama dalam pengumuman pemenang pada 7 Maret 2026 adalah keberhasilan delegasi dari MA Matholi’ul Huda Troso yang diwakili oleh 3 siswa dalam 1 tim. Mereka adalah Ainul Yaqin, Muhammad Ahsan Qomarudin, dan Ahmad Ismail Husein. Mereka berhasil menyabet gelar Juara 2, menyisihkan berbagai sekolah unggulan lainnya di Kabupaten Jepara berkat kreativitas mereka dalam mengolah teknologi kecerdasan buatan.
Karya video dari MA Matholi’ul Huda Troso dinilai unggul dalam pengintegrasian berbagai alat AI. Berdasarkan ketentuan lomba, peserta diwajibkan menggunakan AI mulai dari penyusunan naskah, pembuatan ilustrasi visual, hingga proses voice over dan editing video. Tim ini berhasil menyajikan konten yang humanis sesuai dengan salah satu subtema yang disediakan panitia.
Penilaian lomba ini tidaklah sederhana, karena melibatkan bobot nilai video sebesar 60% dan aspek viralisasi di media sosial sebesar 40%. Selain aspek teknis yang halus, dewan juri yang terdiri dari unsur Polres Jepara, Dinas Pendidikan, dan ahli teknologi juga mempertimbangkan aspek Prompt Engineering—yakni kecerdasan siswa dalam menyusun instruksi teks kepada AI.
Keberhasilan MA Matholi’ul Huda Troso membawa pulang trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Prestasi ini membuktikan bahwa pelajar madrasah mampu bersaing di garda terdepan dalam penguasaan teknologi mutakhir seperti AI, tanpa meninggalkan nilai-nilai religiusitas dan kepedulian sosial.
Melalui kemenangan ini, diharapkan para siswa MA Matholi’ul Huda Troso dan pelajar lainnya di Jepara dapat menjadi pelopor penggunaan teknologi digital yang positif. Sebagaimana tujuan utama lomba ini, kreativitas tidak boleh berhenti pada kompetisi saja, melainkan harus terus dikembangkan untuk mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif. (Syah)











