Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Huda Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, sukses menggelar kegiatan Upacara Pengibaran Bendera mingguan pada Senin (10/8/2026). Kegiatan rutin yang berlangsung khidmat di halaman madrasah ini diikuti oleh seluruh jajaran guru, staf pendidik, serta ribuan siswa-siswi.
Lihat galeri kegiatannya – klik di sini
Pada pelaksanaan upacara kali ini, Dwi Syafiqotul Unsiyah bertugas sebagai pemandu acara (MC), sementara posisi Pemimpin Upacara diemban oleh Dimas Samsul Ma’arif. Adapun prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dijalankan secara presisi dan penuh disiplin oleh tiga petugas pengibar bendera, yaitu Ainul Yaqin, Ahmad Ismail Husein, dan Naila Farah Fauzia.
Pentingnya Niat Mulia dalam Menuntut dan Mentransfer Ilmu
Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, H. Ahmad Harisul Haq, Lc., bertindak langsung sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, beliau mengawali nasihat dengan mengutip hadis riwayat sahabat Umar bin Khattab RA mengenai niat:
“Innamal a’maalu binniyaat” (Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya).
Melalui hadis tersebut, beliau menekankan bahwa para guru dan pembimbing harus senantiasa menata niat yang mulia dalam mendidik. Beliau juga memaparkan tiga tujuan utama yang harus dimiliki oleh setiap siswa ketika menuntut ilmu di madrasah:
-
Mencari Ridha Allah SWT: Menjadikan seluruh aktivitas belajar sebagai bentuk ibadah.
-
Menghilangkan Kebodohan: Mengikis ketidaktahuan diri sendiri agar menjadi pribadi yang berwawasan.
-
Mengejar Ilmu yang Bermanfaat: Memastikan ilmu yang didapat memberi kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Menjaga Etika dan Mengamalkan Ilmu
Lebih lanjut, H. Ahmad Harisul Haq, Lc. mengingatkan seluruh warga madrasah untuk saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, merujuk pada prinsip “watawaasau bil haqqi watawaasau bis-shabr”.
Beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga sopan santun serta rasa hormat (ta’zim) siswa kepada orang tua dan para guru. Di akhir amanatnya, Kepala Madrasah memberikan pesan mendalam mengenai kewajiban mengamalkan ilmu yang telah didapat.
“Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah,” tegas beliau mengutip mahfuzhat mutiara hikmah, menutup amanat upacara pagi itu.
Rangkaian upacara bendera diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran barisan. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh civitas akademika MA Matholi’ul Huda Troso. (Syah)