Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Matholi’ul Huda Troso Berlangsung Khidmat dan Meriah

Bagikan :

WhatsApp
Email
Facebook
X

Troso, MAMHTROSO.com — Sivitas akademika MTs-MA-Ponpes Matholi’ul Huda Troso menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Kamis (22/10/2026). Berpusat di Gedung Serba Guna (GSG) madrasah, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh santri, siswa, dewan guru, para ustadz, serta jajaran pengurus yayasan.

Lihat galeri kegiatannya – klik di sini.

Suasana acara berlangsung tertib dan dipandu secara apik oleh dua pembawa acara, Luthfi Maliha dan Meisya Dara Puspita.

Pesan Penting Mauidzah Hasanah Pimpinan Pesantren

Puncak kearifan dalam peringatan ini disampaikan melalui mauidzah hasanah oleh Pimpinan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso, Ustadz Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan empat poin mendasar.

Pertama, Niat Awal Pembangunan Gedung: Beliau mengingatkan kembali doa dan ikhtiar awal pendirian GSG yang dirancang untuk fasilitas shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan. Beliau menaruh harapan besar agar di masa depan, lantai 1, 2, hingga 3 GSG dipenuhi oleh aktivitas syiar para santri.

Kedua, Napak Tilas Sejarah HSN: Mengulas kembali penetapan Hari Santri Nasional yang dicanangkan sejak 22 Oktober 2015, yang berakar dari Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari dalam membakar semangat perlawanan terhadap penjajah di bumi Nusantara.

Ketiga, Makna Hakiki Santri: Beliau menegaskan bahwa predikat santri tidak terbatas bagi mereka yang menetap di pondok (mondok) saja. Santri adalah siapa saja yang senantiasa memuliakan ilmu agama Islam dan memiliki rasa hormat (takzim) yang mendalam kepada para ulama.

Keempat, Keutamaan Tawadhu’ dan Sabar: Dalam uraiannya, beliau menekankan pentingnya akhlakul karimah. Santri sejati wajib merawat sifat tawadhu’ (rendah hati)—tidak sombong atas ilmu yang dimiliki—serta melatih kesabaran dalam menuntut ilmu maupun menghadapi ujian kehidupan. Sikap sabar dan tawadhu’ inilah yang menjadi benteng utama karakter santri di tengah perubahan zaman.

Rangkaian Ibadah, Doa Bersama, dan Seni Islami

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Ismail, S.Pd.I. Suasana semakin syahdu saat lantunan sholawat Al-Barzanji dibawakan oleh kelompok rebana gabungan MTs-MA-Ponpes Matholi’ul Huda Troso. Adapun pemanjatan doa acara dipimpin langsung oleh Ustadz Noor Ubaidillah, S.Pd.I.

Tak hanya sarat dengan nilai spiritual, peringatan HSN 2026 ini juga dimeriahkan oleh beragam pentas seni santri dan siswa, antara lain:

Drama Hari Santri: Penampilan drama kolosal bertema perjuangan santri yang dibawakan oleh para santri Ponpes Matholi’ul Huda Troso di bawah bimbingan oleh Ibu Siska Noviana Dewi, S.Si., M.Sc. Tari Zapin: Persembahan tarian khas Islami yang dibawakan dengan energik oleh siswa kelas X dan XI MA Matholi’ul Huda Troso. Tari Islami: Penampilan kreasi tari Islami dari siswa MTs Matholi’ul Huda Troso yang menutup perayaan dengan penuh sukacita.

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MTS-MA-Ponpes Matholi’ul Huda Troso ini berjalan lancar dan sukses, memperkuat komitmen seluruh warga madrasah untuk terus meneladani perjuangan para ulama dan menjaga benteng keilmuan Islam. (Syah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *