Troso, MAMHTROSO.com – Rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 MTs, MA, dan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso resmi ditutup dengan kegiatan Sujud Syukur yang berlangsung khidmat pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak seluruh rangkaian MATAMUDA sekaligus momentum spiritual untuk mengajak seluruh peserta didik baru mensyukuri nikmat Allah SWT serta meneguhkan tekad dalam menuntut ilmu di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso.
Lihat galeri kegiatannya – klik disini
Sebelum acara inti dimulai, seluruh peserta melaksanakan Sholat Dhuha yang dipimpin oleh Ahmad Azhari Nasir, S.H.I., M.S.I. Suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh peserta yang terdiri atas siswa, santri, dewan guru, dan pengurus yayasan.
Acara kemudian dibuka oleh dan Nurul Auliya Hasanah dan Shinfie Inara Umma selaku pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.
Puncak acara diisi dengan penyampaian nasihat oleh Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Dalam tausiyahnya, beliau mengisahkan sejarah berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso, yang lahir dari semangat para ulama dan tokoh masyarakat Desa Troso dalam membangun lembaga pendidikan Islam sebagai pusat pembinaan ilmu, akhlak, dan perjuangan dakwah. Beliau mengajak seluruh peserta didik baru untuk mengenal sejarah perjuangan para pendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa mereka.
Beliau juga menjelaskan makna dan tujuan dilaksanakannya Sujud Syukur sebagai penutup MATAMUDA. Menurutnya, sujud syukur merupakan wujud penghambaan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, khususnya nikmat iman, kesehatan, kesempatan menuntut ilmu, serta diterimanya para peserta menjadi bagian dari keluarga besar Matholi’ul Huda Troso.
“Sujud syukur bukan sekadar seremoni penutup kegiatan, tetapi merupakan pengakuan bahwa setiap keberhasilan dan kesempatan berasal dari Allah SWT. Dengan bersyukur, kita memohon agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, diberi keberkahan, serta mampu mengantarkan kita menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.”
Beliau juga mengingatkan bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, ketaatan kepada Allah SWT, penghormatan kepada guru, serta menjaga nama baik almamater.
Setelah penyampaian nasihat, kegiatan dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ismail, S.Pd.I., memohon pertolongan, keberkahan, dan kemudahan kepada Allah SWT bagi seluruh civitas akademika Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso.
Rangkaian doa kemudian diteruskan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Noor Ubaidillah, S.Pd.I. sebagai bentuk doa kepada para muassis (pendiri), masyayikh, guru, dan seluruh keluarga besar yayasan yang telah wafat agar senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Sebagai penutup rangkaian ibadah, Drs. H. Sobari memimpin doa bersama yang diaminkan oleh seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Doa tersebut menjadi harapan agar seluruh siswa dan santri baru diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu melanjutkan perjuangan para pendiri Yayasan Matholi’ul Huda Troso.
Usai seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan kepungan atau makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur yang mempererat hubungan antar siswa, santri, guru, serta seluruh keluarga besar yayasan.
Melalui kegiatan Sujud Syukur, MATAMUDA 2026 tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter spiritual, penanaman nilai-nilai syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan Yayasan Matholi’ul Huda Troso. Diharapkan, seluruh peserta didik baru mampu mengawali perjalanan pendidikannya dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta semangat untuk menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. (Syah)