Khidmat dan Penuh Haru, Haflah Al Ikhtitam Angkatan Ketiga Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso Tahun 2026 Sukses Digelar

Bagikan :

WhatsApp
Email
Facebook
X

Troso, MAMHTROSO.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi’ul Huda yang berlokasi di Troso, Kabupaten Jepara, kembali menorehkan momen bersejarah dengan sukses menggelar acara Haflah Al Ikhtitam (akhirussanah). Perayaan akhir tahun ajaran sekaligus pelepasan santri untuk Angkatan Ketiga ini diselenggarakan dengan khidmat dan meriah pada hari Ahad, 14 Juni 2026. Momentum ini menjadi tonggak pencapaian penting bagi para santri yang telah menyelesaikan tahapan pendidikannya di lembaga tersebut.

Lihat galeri kegiatannya – klik disini

Rangkaian acara perpisahan ini diawali dengan nuansa religius yang kental. Sebagaimana pantauan di lokasi, panggung utama yang dihiasi dekorasi megah bernuansa Islami terlebih dahulu diisi dengan lantunan shalawat yang diiringi dengan tabuhan rebana oleh para santriwati. Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara syahdu oleh Khoirul Azmi Asy-Syarafi, dan dilanjutkan dengan sari tilawah yang dibawakan dengan apik oleh Nadyaa Birra El-Haneef, membawa ketenangan bagi seluruh hadirin.

Memasuki acara inti, suasana semakin terasa spiritual saat seluruh hadirin diajak untuk menundukkan kepala sejenak dalam kekhusyukan doa. Sesi pembacaan tahlil dipimpin langsung oleh ananda Fahri Nurul A’la dengan penuh penghayatan. Rangkaian doa dan tahlil ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dimunajatkan oleh Nor Hasan Basthoni, memohon keberkahan dan kemanfaatan ilmu bagi para santri di masa depan.

Kemeriahan Haflah Ikhtitam ini juga menjadi panggung pembuktian atas hasil tempaan pendidikan selama di pesantren. Para tamu undangan dan wali santri disuguhkan dengan penampilan memukau dari santri program Tahfidz. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kelancaran hafalan Al-Qur’an mereka, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Ponpes Matholi’ul Huda Troso dalam mencetak generasi penjaga Kalamullah yang berakhlak mulia.

Selain unjuk kebolehan di bidang hafalan, kualitas pemahaman literatur keislaman santri juga ditampilkan melalui sesi unjuk gigi para Santri Kitab. Penampilan ini menggarisbawahi kekuatan kurikulum pesantren yang tetap menjaga tradisi keilmuan salaf melalui kajian kitab kuning. Keseimbangan antara menghafal Al-Qur’an dan memahami dasar hukum serta tata bahasa Arab klasik menjadi nilai keunggulan tersendiri dari para santri.

Tidak hanya unggul dalam ilmu agama tradisional, pesantren juga membekali peserta didiknya dengan kemampuan komunikasi global yang mumpuni. Hal ini dibuktikan melalui sesi Muhadlarah (pidato) dalam dua bahasa asing secara bergantian. Tachriratus Syarifah tampil penuh percaya diri menyampaikan pidato dalam Bahasa Arab, sementara Jihan Amatul Karim memukau hadirin dengan pidato berbahasa Inggrisnya, membuktikan bahwa santri Troso siap bersaing di era modern.

Suasana haru mulai menyelimuti panggung saat sesi sambutan tiba. Dhea Endah Safitri, sebagai perwakilan santri, menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam selama menimba ilmu bersama para ustadz dan ustadzah. Ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang tulus juga disampaikan oleh Bapak Shoim selaku perwakilan wali santri, yang merasa bangga atas dedikasi lembaga dalam mendidik putra-putri mereka dengan penuh keikhlasan.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Matholi’ul Huda, Drs. H. Nur Kholis Syam’un, menekankan pentingnya pendidikan pesantren di tengah tantangan zaman dan pesatnya arus informasi. Beliau menyoroti ancaman degradasi fokus dan moral akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. “Saya tidak bisa membayangkan jika anak tidak mondok, pasti di rumah yang dipegang hanya hp (telepon seluler),” tegasnya, mengingatkan para orang tua bahwa pesantren adalah benteng perlindungan terbaik bagi mental dan spiritual anak.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan, H. Sunarto, turut memberikan pesan strategis mengenai keberlanjutan pendidikan para santri. Beliau menegaskan bahwa yayasan selalu berkomitmen untuk memfasilitasi pembentukan karakter keilmuan yang berkelanjutan. “Di Yayasan ini anak-anak panjenengan dididik berbagai ilmu dan karakter, maka kami berharap besar santriwan-santriwati yang lulus kelas IX agar melanjutkan di MA Matholi’ul Huda Troso,” ujar H. Sunarto penuh harap.

Acara Haflah Ikhtitam Angkatan Ketiga ini pun berakhir dengan penuh rasa syukur. Melalui perpaduan antara pendidikan keagamaan yang mendalam, penguasaan kitab dan bahasa asing, serta pembinaan karakter, para santri diharapkan kelak benar-benar mampu menjadi Matholi’ul Huda (tempat terbitnya petunjuk) bagi masyarakat luas. Kesuksesan acara ini sekaligus mengukuhkan eksistensi institusi di Jepara ini sebagai pusat pencetak generasi Islam yang tangguh dan berprestasi. (Syah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *