Troso, MAMHTROSO.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 terasa begitu meriah di lingkungan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso. Seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Matholi’ul Huda Troso, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Pondok Pesantren (Ponpes), turut ambil bagian dalam Em-Ha Karnaval 2026 yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Lihat galeri kegiatanya – klik link berikut : start, jalan, display, pengumuman.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi salah satu agenda besar dalam memeriahkan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi para peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, kebersamaan, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Dihadiri Pengurus Yayasan dan Pemerintah Kecamatan Pecangaan
Seremonial pemberangkatan karnaval berlangsung meriah dan dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso, Petinggi Desa Troso, serta Camat Pecangaan beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Abdul Basir menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan harus ditanamkan dalam diri para siswa melalui sikap cinta tanah air, persatuan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar dan berkarya.
Menurutnya, generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan. Karena itu, momentum kemerdekaan harus menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Semangat memeriahkan hari kemerdekaan harus diwujudkan dalam diri seluruh siswa dengan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” ungkapnya dalam sambutan.
Setelah seremonial, Camat Pecangaan Yeni Yahya Hasan Ahmad Shofi, S.STP., M.H. bersama istri dan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso secara simbolis memegang bendera start. Kibaran bendera tersebut menjadi tanda dimulainya perjalanan Em-Ha Karnaval 2026.
Enam Lembaga, Ribuan Peserta, Beragam Kreativitas
Kemeriahan karnaval telah terlihat sejak persiapan di masing-masing titik kumpul.
Peserta KB dan RA berkumpul di lapangan sebelah utara. Sebanyak 23 mobil bak terbuka yang telah dihias dengan berbagai tema menjadi bagian dari rombongan. Kreativitas dekorasi kendaraan membuat iring-iringan peserta tingkat KB dan RA tampil penuh warna dan menarik perhatian masyarakat.
Sementara itu, siswa MI berkumpul di halaman madrasah. Sebanyak 24 kelas, mulai kelas I hingga kelas VI, mengikuti karnaval dengan mengusung beragam tema. Setiap kelas didampingi oleh wali kelas masing-masing sehingga rombongan berjalan secara tertib sekaligus menampilkan identitas dan kreativitas masing-masing kelas.
Kemeriahan juga datang dari MTs Matholi’ul Huda Troso. Dari 15 kelas yang mengikuti kegiatan, terdapat 7 kelas putra yang membawa keterampilan musik perkusi atau tongtek. Dentuman musik tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus membangun suasana semarak sepanjang perjalanan karnaval.
Adapun peserta MA Matholi’ul Huda Troso berkumpul di Lapangan Olahraga sebelum bergerak secara berurutan menuju titik start. Berbeda dengan lembaga lainnya, karnaval tingkat MA dikemas sebagai perlombaan antarkelas yang diikuti 15 kelas, mulai dari kelas X hingga kelas XII.
Kreativitas Ala Jember Carnival hingga Display Panggung
Persiapan peserta MA berlangsung cukup intensif. Setiap kelas berusaha menampilkan konsep terbaik untuk merebut predikat sebagai Kelas Terbaik Em-Ha Karnaval 2026.
Kreativitas peserta tidak hanya ditampilkan melalui kostum. Sejumlah kelas mempersiapkan ikon atau model kostum bergaya Jember Fashion Carnival, koreografi, kostum pengiring, hingga konsep penampilan ketika berada di panggung pertunjukan.
Konsep tersebut membuat karnaval tingkat MA tidak sekadar menjadi kegiatan berjalan bersama, tetapi berkembang menjadi sebuah pertunjukan kreativitas yang memadukan unsur seni, budaya, kekompakan, dan inovasi peserta didik.
Untuk menjaga objektivitas perlombaan, penilaian dilakukan oleh empat orang juri, yakni M. Muhtar Sya’roni, S.Pd., Ahmad Karomi, S.Pd.I., Siska Noviana Dewi, S.Si., M.Sc., dan Siti Muzaro’ah, S.Pd.
Penilaian dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu penilaian sepanjang rute dan penilaian display. Masing-masing aspek dinilai oleh dua orang juri. Selain itu, terdapat pengurangan nilai berdasarkan ketentuan perlombaan.
XII F3 dan XII F1 Raih Nilai Tertinggi
Berdasarkan rekapitulasi penilaian lomba Matros Street Carnival (MSC) MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara Tahun 2026, persaingan antarkelas berlangsung cukup ketat.
Pada kategori putra, kelas XII F3 berhasil menempati peringkat pertama dengan perolehan nilai 519. Posisi kedua ditempati XI F1 dengan nilai 484, disusul XII F5 dengan nilai 469 di peringkat ketiga.
Pada kategori putri, XII F1 tampil sebagai peraih nilai tertinggi dengan 527 poin dan menempati peringkat pertama. Posisi kedua dan ketiga berurutan ditempati XI F4 dan X D.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dan kekompakan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir. Peserta tidak hanya dituntut mampu tampil menarik sepanjang rute, tetapi juga harus mampu menyajikan pertunjukan yang kuat saat memasuki area display.
Lebih dari Sekadar Karnaval
Em-Ha Karnaval 2026 menjadi gambaran bagaimana momentum kemerdekaan dapat dikemas menjadi kegiatan pendidikan yang menyenangkan dan sarat nilai. Di balik kemeriahan kostum, musik, kendaraan hias, koreografi, serta pertunjukan peserta, terdapat proses pendidikan karakter berupa kerja sama, tanggung jawab, disiplin, kreativitas, keberanian tampil, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Kegiatan ini juga mempertemukan seluruh keluarga besar Matholi’ul Huda Troso dalam suasana penuh kebersamaan. Peserta didik dari berbagai jenjang, guru, wali kelas, pengurus yayasan, pemerintah desa, hingga unsur Kecamatan Pecangaan bersama-sama menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Melalui Em-Ha Karnaval 2026, semangat “Indonesia Merdeka” tidak hanya diwujudkan dengan perayaan, tetapi juga melalui kreativitas generasi muda. Mereka menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan berkarya, berkolaborasi, melestarikan budaya, serta membangun keberanian untuk menjadi generasi penerus bangsa yang kreatif dan berkarakter.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!